Jumat 20 Oct 2023 16:53 WIB

Cegah ISPA di Tengah Kabut Asap, Warga Bengkulu Diimbau Hindari Santap Makanan Dingin

Hindari makanan-makanan dingin dan beralihlah ke makanan hangat di tengah kabut asap.

Seorang pria mengalami ISPA (ilustrasi). Warga di tengah kabut asap diminta menghindari konsumsi makanan dingin untuk mencegah ISPA.
Foto: Flickr
Seorang pria mengalami ISPA (ilustrasi). Warga di tengah kabut asap diminta menghindari konsumsi makanan dingin untuk mencegah ISPA.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk menghindari mengonsumsi makanan yang dingin. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kabut asap di wilayah tersebut.

"Hindari makanan-makanan dingin dan makanlah yang hangat-hangat. Karena makanan dingin merangsang tubuh untuk bereaksi seperti akan flu jika mengonsumsi di saat cuaca lagi panas dan jika ada bersin untuk menghindar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Tabrani di Kota Bengkulu, Jumat (20/10/2023).

Baca Juga

Selain itu, masyarakat diminta menjaga pola makan bersih, sehat, dan bergizi, menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan, serta memperbanyak konsumsi air putih. Hal ini, kata dia, perlu dilakukan sebab kabut asap telah bercampur dengan awan yang cukup tebal pada pagi hari di Kota Bengkulu.

Ia mengatakan kabut asap dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan bagi manusia, salah satunya ISPA, sehingga diperlukan antisipasi yang serius bagi masyarakat agar terhindar penyakit tersebut. "Kita mengimbau masyarakat menjaga kesehatan fisik dan menghindari asap serta menggunakan masker saat berada di luar rumah," ujar dia. 

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu menerangkan kabut yang bercampur dengan asap di Kota Bengkulu telah masuk kategori berbahaya bagi transportasi penerbangan. Pada Selasa (17/10/2023) pagi, jarak pandang akibat kabut asap kurang dari satu meter, sedangkan jarak pandang normal yaitu 2,5 kilometer.

"Dari pengukuran udara atas, melalui Radio Sonde mencatat jarak pandang kurang dari satu meter. Sementara jarak pandang aman bagi penerbangan yakni 2,5 kilometer, jadi hal itu sudah masuk kategori berbahaya" kata prakirawan BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu Sukarno Anjasman.

Kondisi kabut asap di Kota Bengkulu pada Selasa (17/10/2023) pagi sebagai terparah jika dibandingkan dengan beberapa hari lalu. Kabut asap di Kota Bengkulu hingga beberapa hari ke depan masih akan terjadi sebab masih terdeteksi sejumlah wilayah yang terdapat titik panas.

Sebanyak sembilan titik panas yang terdeteksi di Provinsi Bengkulu, kata dia, yakni di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, dan Mukomuko. Selain mengganggu aktivitas penerbangan, katanya, kabut asap juga telah mengganggu pengendara karena jarak pandang terbatas. Oleh karena itu, pengendara harus menyalakan lampu untuk memberi tanda bagi pengendara lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement