Selasa 17 Oct 2023 13:21 WIB

Beredar Kabar Gibran akan Merapat ke Golkar, Dave: Kami Selalu Welcome

Hasto yakin kader PDIP tidak akan nolah-noleh.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno mengaku tak tahu-menahu soal isu bergabungnya Gibran Rakabuming Raka ke partainya. Namun, partai berlambang pohon beringin itu tentu terbuka dengan siapa pun yang ingin bergabung.

"Golkar selalu welcome kepada siapa pun yang ingin bergabung," ujar Dave lewat pesan singkat, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga

Sebelumnya beredar kabar Wali Kota Solo itu akan hengkang dari PDIP menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkannya maju sebagai wakil presiden. Namun, tidak ada yang mengonfirmasi kabar itu. PDIP menegaskan Gibran masih kadernya.   

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto sempat menyinggung semangat kader partainya yang anti nolah-noleh. "Kami percaya yang namanya kader PDI Perjuangan, selama punya kesadaran ideologis, kesadaran terhadap masa depan, kesadaran terhadap perjuangan partai, semangat gotong royong yang kita miliki," ujar Hasto di Media Center Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP), Jakarta, Senin (16/10/2023) malam.

 

"Semua tidak akan nolah-noleh, itu yang namanya kader PDI Perjuangan," katanya.

Ia sendiri mengamini dinamika politik sangatlah tinggi jelang pembukaan pendaftaran capres-cawapres pada 19 Oktober mendatang. Namun, ia mengimbau semua pihak tak berandai-andai ihwal wacana tersebut.

"Di sini kekokohan dalam prinsip setiap kader, itu selalu akan diuji, yang namanya kader itu mendapatkan tugas secara bertingkat. Ada tugas dan kami percaya bahwa hal tersebut dimiliki oleh kader PDI Perjuangan, termasuk Mas Gibran," ujar Hasto.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman setuju putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang Gibran menjadi bakal cawapres untuk Prabowo Subianto. Setidaknya ada tiga pertimbangan yang membuat peluang tersebut terealisasi.

"Gibran menjadi cawapres tuh ada tiga hal. Pertama, regulasi, kalau regulasi memungkinkan. Kedua, kalau Pak prabowo dan ketum parpol (Koalisi Indonesia Maju) pendukung menyetujui," ujar Habiburokhman di depan kediaman Prabowo, Jakarta, Senin (16/10/2023) malam.

"Ketiga, kalau yang bersangkutan (Gibran) berkenan," katanya melanjutkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement