Rabu 11 Oct 2023 17:13 WIB

Kronologi Penemuan Jenazah Pasangan Suami Istri Berpelukan di Klaten

Sang suami memiliki penyakit asma, sedangkan istri memiliki riwayat hipertensi.

Rep: C02/ Red: Agus raharjo
Suasana rumah pasutri meninggal berpelukan di Klaten, Rabu (11/10/2023).
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana rumah pasutri meninggal berpelukan di Klaten, Rabu (11/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN–Pasangan suami istri atas nama Yulianto dan Ina Dwi Purnami ditemukan meninggal berpelukan di kediamannya di Dusun Kurung, Ceper, Klaten. Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 07.45 WIB, Rabu (11/10/2023).

Kapolres Klaten AKBP Warsono menjelaskan kejadian tersebut diketahui bermula dari orang tua korban yang berniat menjenguk cucunya. Kegiatan tersebut memang sering dilakukan orang tua korban.

Baca Juga

"Pada saat mau masuk ke rumah, mendengar cucunya menangis, seketika dengan buru-buru saksi langsung masuk ke dalam rumah, dan melihat kedua korban dalam keadaan tergeletak di tempat tidur yang berada di ruang tengah," kata Warsono, Rabu (11/10/2023).

Pihaknya menjelaskan saat itu posisi kedua korban tampak sang suami sedang memeluk istrinya. "Posisi korban (sang istri) terlentang seperti orang tidur, sedangkan korban (suaminya) dengan posisi menyilang seperti sedang memeluk perut istrinya," katanya.

 

Setelah itu, mengetahui hal tersebut saksi langsung keluar menghubungi tetangga. Mereka pun mencoba mengecek kondisi kedua korban tersebut.

"Setelah di cek, korban seperti sudah tidak bernyawa, selanjutnya (mereka) melaporkan ke Polsek Ceper. Setelah mendapatkan Laporan tersebut, Polsek Ceper dipimpin Kapolsek Ceper AKP Aris Joko Narimo bersama Wakapolsek Ceper, Kanit Reskrim dan anggota serta Tim Medis Puskesmas Ceper mendatangi TKP dan melakukan pengecekan terhadap kedua korban," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pihaknya juga mengatakan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan korban telah meninggal dunia, selanjutnya dilakukan visum luar oleh tim medis dengan hasil tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun hal-hal yang mencurigakan lainnya," katanya.

Pihaknya mengatakan dari keterangan pihak keluarga kedua korban memang memiliki riwayat penyakit. Dimana sang suami memiliki riwayat asma atau sesak nafas dan sang istri memiliki riwayat hipertensi. Mereka juga tak berkenan untuk diautopsi pada keduanya.

"Pihak keluarga membuat surat pernyataan telah menerima kejadian ini dengan Ikhlas serta tidak berkenan untuk dilakukan autopsi," katanya mengakhiri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement