Selasa 10 Oct 2023 14:42 WIB

Survei Poltracking Ungkap Erick Thohir Jadi Cawapres Favorit Warga Jabar

Nama Ridwan Kamil dan Erick Thohir menjadi dua teratas pilihan masyarakat Jawa Barat.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Nama Ridwan Kamil dan Erick Thohir menjadi dua teratas pilihan masyarakat Jawa Barat (Jabar) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres). (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Nama Ridwan Kamil dan Erick Thohir menjadi dua teratas pilihan masyarakat Jawa Barat (Jabar) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Ridwan Kamil dan Erick Thohir menjadi dua teratas pilihan masyarakat Jawa Barat (Jabar) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres). Hal ini tergambar dalam hasil survei Poltracking Indonesia pada periode 25 September-1 Oktober 2023.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi mengatakan hasil survei yang menempatkan nama Ridwan Kamil di posisi teratas tak lepas dari perannya yang menjabat sebagai gubernur Jabar. Yang menarik, Arya melanjutkan, justru keberadaan Erick yang terus menempel di posisi kedua.

Baca Juga

"(RK) disusul Erick Thohir yang juga tinggi di Jawa Barat," ujar Arya saat paparan temuan survei Poltracking Indonesia bertajuk "Peta Kekuatan Elektoral Capres-Cawapres di Provinsi Terpadat Jawa Barat (Jabar)" di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Arya memaparkan simulasi 11 nama cawapres menempatkan RK dengan 30,4 persen, Erick Thohir dengan 14,5 persen, Muhaimin dengan 13,0 persen, dan Sandiaga Uno sebesar 9,3 persen. Dalam simulasi 10 nama cawapres, Arya mengatakan, Erick kembali membututi dengan 14,9 persen di bawah Ridwan Kamil dengan 32,0 persen, dan Muhaimin dengan 13,1 persen, serta Sandiaga dengan 9,2 persen. 

"Parpol tentu punya kalkukasi masing-masing dalam melihat potensi cawapres ini," ujar Arya.

Meski mendapat persepsi yang tinggi di Jabar, Arya mengatakan potensi RK mendapat tantangan besar lantaran posisinya di Golkar mengusung Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi cawapres. Sementara, Erick memiliki keleluasaan untuk bisa digandengkan pihak manapun dalam Pilpres 2024.

"Meski di publik tinggi, RK semakin ke sini semakin tidak beredar di elit partai karena di Golkar ada Airlangga. Dalam beberapa hari terakhir, (RK) kian redup sebagai cawapres," kata Arya.

Survei ini dilakukan melalui metode multistage random sampling kepada 1.000 responden dengan margin of error sekitar 3,1 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement