Ahad 08 Oct 2023 17:25 WIB

Kabut Asap tak Ganggu Penerbangan di Bandara Pekanbaru

Menurut BMKG, jarak pandang dI Pekanbaru pada Ahad (8/10/2023) terpantau terbatas.

Sebuah pesawat melintasi landasan pacu yang diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sebuah pesawat melintasi landasan pacu yang diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - - Manajemen Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, menyebutkan penerbangan masih lancar dan aman atau tidak ada gangguan kendati jarak pandang pada Ahad (8/10/2023) pagi di daerah itu terbatas karena kabut asap.

"Penerbangan pagi aman sudah take off on schedule, tidak ada kendala," ujar Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko di Pekanbaru, Ahad (8/10/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan pukul 07.00 WIB memang untuk jarak pandang di Pekanbaru sangat terbatas bahkan sempat hanya 400 meter. Namun jarak pandang tersebut kini sudah semakin membaik. Apalagi keterangan dari BMKG jarak pandang terbatas juga karena kabut asap.

Ia menyebutkan kendati sempat diselimuti kabut asap namun ketika matahari muncul biasanya jarak pandang akan membaik. "Jam 07.30 tadi sudah di angka 800 meter, sudah memungkinkan pilot untuk 'landing' dan ini kami monitor terus. Untuk kedatangan, maskapai Batik dan Citilink pagi tadi juga sudah mendarat. Wings Air juga sudah terbang ke Medan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penerbangan dari Kuala Lumpur terlambat berangkat (Air Asia) sekitar 30 menit namun yang pasti saat ini sudah aman untuk mendarat dan lepas landas.

Forecaster on Duty Stasiun Pekanbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna mengatakan jarak pandang di Kota Pekanbaru dan sekitarnya pada Ahad (8/10/2023) terpantau terbatas bahkan pagi tadi pada pukul 07.00 WIB hingga beberapa menit kemudian hanya berada di angka 420 meter.

"Terutama tadi pagi jarak pandang di Kota Pekanbaru dan sekitarnya terbatas hanya 420 meter. Itu adalah campuran uap air dan asap. Tapi lebih banyak uap air dibanding asap," ujarnya.

Ia mengatakan jarak pandang yang sangat terbatas ini akan segera membaik seiring munculnya sinar matahari. "Estimasi mulai jam 9.00 WIB sudah mulai membaik. Jika matahari muncul maka jarak pandang akan berangsur membaik," katanya.

Ia menambahkan suhu Udara Riau Minggu ini berada di angka 23– 33 °C dengan kelembapan Udara 56 – 98 persen. Sementara arah angin berhembus ke Tenggara–Selatan dengan kecepatan 10 – 30 km/jam. Prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,50 – 1,25 meter.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement