Jumat 29 Sep 2023 20:21 WIB

PPP: Caleg Parpol Koalisi Tandem dengan Ganjar Selama Kampanye

PPP menyebut strategi kampanye Ganjar perspektif Indonesia, bukan hanya Jabar.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy mengaku tak gentar dengan koalisi yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Rumah Aspirasi, Jakarta, Ahad (13/8/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy mengaku tak gentar dengan koalisi yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Rumah Aspirasi, Jakarta, Ahad (13/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy mengaku partai pengusung Ganjar Pranowo akan mengintensifkan kampanye tandem, yakni Ganjar dengan para calon anggota legislatif (caleg) dari parpol koalisi.

"Seluruh caleg koalisi sudah diinstruksikan untuk kampanye tandem dengan Ganjar dalam sosialisasinya. Intensifikasi kampanye antara caleg dan capres yang kami lakukan," kata Romahurmuziy saat dihubungi di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

Baca Juga

Hal ini menyusul hasil survei LSI Denny JA yang menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo di wilayah Jawa Barat masih memimpin dibandingkan Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan, baik dalam simulasi perorangan maupun pasangan.

Untuk perseorangan, elektabilitas Prabowo sebesar 46,1 persen, tapi saat berpasangan dengan Erick Thohir menjadi 43,4 persen. Di urutan kedua, Anies Baswedan memperoleh 29,3 persen, lalu saat berpasangan dengan Muhaimin Iskandar menjadi 25,5 persen.

Sementara itu, elektabilitas Ganjar dalam simulasi tersebut sebesar 18,4 persen. Namun, saat simulasi berpasangan dengan Ridwan Kamil, elektabilitasnya mencapai 24,8 persen dan ketika berpasangan dengan Sandiaga Uno naik menjadi 20 persen.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Rommy tidak ambil pusing dengan hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Ganjar masih kalah dari Prabowo di wilayah Jawa Barat. Menurut dia, pertarungan Pilpres 2024 baru saja dimulai karena Ganjar baru 5 September lalu baru "bebas bergerak".

"Ganjar selama ini terbatasi dengan geografis 'Jateng', namun survei-survei mutakhir menunjukkan kalau elektabilitas Ganjar mulai rebound setelah yang bersangkutan keliling Indonesia," ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa salah satu kelebihan Ganjar dibandingkan kandidat lain adalah stamina. Karena itu, parpol koalisi Ganjar akan mendorong Ganjar keliling Indonesia menyapa masyarakat di berbagai wilayah.

"Kami push agar GP menyapa langsung lebih banyak titik. Karena 'sudah bebas' keliling Indonesia bukan hanya di akhir pekan," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi bahwa pertarungan Pilpres 2024 bukan hanya berlaku di wilayah Jabar, namun secara nasional. Menurutnya, semua daerah merupakan "kunci" kemenangan bagi Ganjar.

"Maka yang dilakukan kami adalah bagaimana memaksimalkan suara Pak Ganjar di semua provinsi untuk menutup kekurangan di Jabar," katanya.

Awiek menegaskan bahwa koalisi tidak ingin Ganjar hanya menang di Jabar lalu kalah di 37 provinsi lainnya. Karena itu, strategi pemenangan Ganjar adalah perspektif Indonesia, bukan perspektif provinsi semata.

"Kalau hanya menang di Jabar lalu di 37 provinsi lain kalah, kan tidak bisa dilantik (menjadi Presiden). Sebaliknya, menang di 37 provinsi lalu hanya kalah di Jabar maka akan dilantik," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement