Ahad 24 Sep 2023 18:59 WIB

Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Guru Agama Seperti di Jateng, Ganjar Sampaikan Ini

Itu disampaikan Ganjar saat silaturahmi sekaligus diskusi dengan para kiai dan tokoh.

Jalannya diskusi dengan para kiai dan tokoh lintas agama se-Tangerang Raya di Ponpes Roudlotussalaam, Cimone, Tangerang, Banten, Ahad (24/9/2023).
Foto: Dok. Web
Jalannya diskusi dengan para kiai dan tokoh lintas agama se-Tangerang Raya di Ponpes Roudlotussalaam, Cimone, Tangerang, Banten, Ahad (24/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo melakukan silaturahmi sekaligus diskusi dengan para kiai dan tokoh lintas agama se-Tangerang Raya di Ponpes Roudlotussalaam, Cimone, Tangerang, Banten, Ahad (24/9/2023). 

Dalam kesempatan itu, Ganjar berbincang salah satunya tentang komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan dibidang keagamaan, khususnya guru agama, seperti yang dilakukannya di Jawa Tengah (Jateng) ketika menjabat gubernur dua periode. 

Baca Juga

Di Jateng, Ganjar memberikan perhatian khusus kepada para guru agama. Bantuan ini diberikan kepada guru agama dari lima agama yang berbeda, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu hingga Buddha. 

Menurut Ganjar, guru agama berperan penting dalam mendidik generasi muda demi kemajuan Indonesia. "Semua cerita tentang kesejahteraan, tentang dunia pendidikan keagamaan wabil khusus ponpes mendapatkan perhatian. Saya kasih contoh ketika di Jawa Tengah, kita bantu para guru agama, karena sebagian besar muslim, mungkin guru agamanya lebih banyak, guru agama lain tidak boleh kita tinggalkan. Itu contoh-contoh yang paling konkret," kata Ganjar usai kegiatan. 

Pemprov Jateng dibawah kepemimpinan Ganjar, pada tahun 2023 telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 277 miliar untuk memberikan insentif kepada 230.830 guru agama. 

Jumlah guru agama yang menerima insentif pada 2023 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 211.455 orang pada 2022.

Ganjar juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan data guru keagamaan yang menerima insentif valid.

Selain itu, Ganjar juga mendorong kemandirian di pondok pesantren dengan memfasilitasi pelatihan keterampilan untuk peningkatan produktifitas. 

"Belum lagi yang produktif, di ponpes mereka punya sekolah vokasi, ekonomi pesantren dikembangkan," kata dia.

Ganjar juga menyatakan komitmennya untuk melibatkan tokoh agama dalam setiap pengambilan keputusaan ketika nanti menjadi Presiden 2024,  seperti yang dilakukannya ketika menjadi Gubernur Jateng. 

"Saya kira perlu dalam setiap perencanaan mereka (tokoh agama) perlu dilibatkan, sehingga partisipasi yang merepresentasikan kelompok-kelompok itu kelak kemudian bisa ikut, serta berkontribusi utnuk memberikan masukan dalam pengambilan keputusan, itu penting," kata Ganjar.

Kedatangan Ganjar disambut tokoh agama, Elang Mangkubumi atau akrab disapa Abah Elang. Dalam acara ini, hadir diantaranya pengasuh Ponpes Roudlotussalaam, Cimone, KH. Abdul Mu'thi, pengasuh Ponpes Miftahul Huda, KH. Hasan Basri, Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib, sekaligus Pengasuh Ponpes, Assa'adah, KH Syahru Wardi, KH Mahmudin Abdullah, KH Abdullah Tholib. 

Lalu, tokoh agama Budha, Romo Ruby, Tokoh agama Hindu, GST Artha, tokoh agama Tao, Jhoni Tan, Tokoh agama Khonghucu, Herman Suhanda, Tokoh agama Kristen, PDT Ronny Samantimbang dan tokoh lainnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement