Senin 18 Sep 2023 18:31 WIB

Gerindra: Koalisi Sarankan Cawapres Ditentukan Prabowo

Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco sebut koalisi sarankan Prabowo tentukan cawapres.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco sebut koalisi sarankan Prabowo tentukan cawapres.
Foto: Republika/ Febrian Fachri
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco sebut koalisi sarankan Prabowo tentukan cawapres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad senang dengan bergabungnya Partai Demokrat dalam mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres). Hal tersebut akan semakin memperkuat Koalisi Indonesia Maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Adapun terkait bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo, ia menyebut bahwa semua ketua umum partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju sudah menyerahkan kewenangan tersebut kepada Menteri Pertahanan (Menhan) itu. Dengan tetap bermusyawarah dengan pimpinan partai politik di koalisinya.

Baca Juga

"Koalisi Indonesia Maju menyarankan sepenuhnya penentuan cawapres kepada calon presiden yang didukung, dalam hal ini Pak prabowo Subianto," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/9/2023).

"Tentunya Pak Prabowo pasti akan urun rembug kepada partai-partai koalisi, juga kepada untuk menerima atau masukan pertimbangan tentang cawapres yang akan diajak bersama sama dalam pilpres," sambungnya.

Koalisi Indonesia Maju juga sudah sudah menyusun tim teknis pemenangan Prabowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Di dalamnya tentu akan ada Partai Demokrat yang baru akan mendeklarasikan Prabowo secara resmi pada 21 September 2023.

"Tim teknis dan memperkaya apa namanya kerja-kerja lapangan, planing kerja-kerja lapangan, dan yang sudah dilakukan. Lalu kemudian soal tim pemenangan ini juga dalam rangka memenuhi persyaratan KPU tentunya sudah dibicarakan dan akan segera dibentuk," ujar Dasco.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan simulasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Salah satunya adalah unggulnya simulasi Ketua Umum Prabowo Subianto ketika dipasangkan dengan Gibran dan Erick.

Pasangan Prabowo-Gibran meraih suara responden sebanyak 38,8 persen. Simulasi tersebut unggul dari pasangan Ganjar Pranowo dan Sandiaga Salahuddin Uno dengan perolehan sebesar 33,1 persen. Sedangkan pasangan Anies Rasyid Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 16.4 persen.

"Dari simulasi tiga ini kita bisa melihat bahwa yang paling unggul, tertinggi adalah Prabowo-Gibran," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa lewat rilis daringnya, Senin (14/8/2023).

Simulasi kedua adalah dipasangkannya Prabowo dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Pasangan tersebut mendapatkan suara dari responden sebesar 38,9 persen. Sedangkan pasangan Ganjar-Sandiaga (34,4 persen) dan Anies-AHY (15,8 persen).

Ketiga, dipasangkannya Prabowo dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Pasangan tersebut meraih 37,5 persen suara publik, kembali unggul dibandingkan Ganjar-Sandiaga (35,9 persen) dan Anie-AHY (20,2 persen).

"Jadi dari data ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa pertama, siapapun wakil dari Pak Prabowo itu relatif beliau melampaui pasangan lainnya," ujar Ardian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement