Senin 18 Sep 2023 15:58 WIB

Jika Jadi Presiden, Prabowo Pastikan Polri tidak di Bawah Kementerian

Menhan Prabowo merasa lebih senang jika Polri berada di bawah langsung presiden.

Rep: Febryan A/ Red: Erik Purnama Putra
Menhan Prabowo Subianto menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Gedung Utaryo Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (16/6/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menhan Prabowo Subianto menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Gedung Utaryo Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (16/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bakal calon presiden (cacapres) dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto mengatakan, apabila terpilih menjadi presiden pada 2024, ia tidak akan menempatkan institusi Polri di bawah kementerian. Prabowo menjamin, Polri akan tetap di bawah kendali presiden langsung seperti sekarang.

Prabowo mengatakan, komando ke Mabes Polri akan lebih mudah apabila Kapolri berada langsung di bawah atau dipilih oleh RI 1. Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu perlu meluruskan berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga

"Coba bayangkan kalau saya jadi Presiden, lebih gampang langsung ke Kapolri, atau lewat lapisan-lapisan lain, tebak?" ujarnya ketika berpidato di Sespimma Lemdiklat Polri dikutip dari akun Instagram resmi Partai Gerindra di Jakarta, Senin (18/9/2023).

Puluhan perwira Polri yang hadir dalam acara tersebut langsung berteriak 'langsung' untuk menjawab pertanyaan tersebut. Prabowo membenarkan jawaban tersebut. "Presiden kan lebih gampang kalau dia kasih instruksi, dia pegang full (Polri)," ujar menteri pertahanan (menhan) tersebut.

 

Prabowo sekali lagi membantah isu yang menyebutkan bahwa ia akan menempatkan kembali Polri di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) seperti era Orde Baru atau di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada era Orde lama. Menurut dia, isu tersebut dilontarkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

"Banyak orang mengatasnamakan saya dulu. Pernah dulu dikatakan kalau presidennya Prabowo, nanti polisi akan dikembalikan di bawah menhan (menteri pertahanan), atau di bawah mendagri (menteri dalam negeri), atau di bawah menteri apa," ujar eks panglima Kostrad tersebut.

Prabowo sebelumnya menyatakan, Indonesia membutuhkan personel kepolisian yang unggul agar Indonesia menjadi negara yang kuat. Hal itu lantaran keberadaan Polri sangat terkait erat dengan kehidupan masyarakat.

"Dalam sejarah peradaban manusia, negara yang kuat, negara yang berhasil, selalu punya polisi yang unggul, polisi yang hebat, polisi yang dicintai rakyat," ucapnya dalam acara dialog kebangsaan di Gedung Sespimma Lemdiklat Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (16/6/2023).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement