Jumat 15 Sep 2023 20:43 WIB

PKS: Tak Ada Syarat dalam Mendukung Anies-Muhaimin

PKS tetap patuh kepada piagam deklarasi Koalisi Perubahan.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi (kanan) bersiap menyampaikan keputusan musyawarah usai Rapat Majelis Syuro PKS di kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (15/9/2023). Rapat tersebut menghasilkan kepastian dukungan PKS terhadap pencalonan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Anies Baswedan dalam Pemilu Presiden 2024.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi (kanan) bersiap menyampaikan keputusan musyawarah usai Rapat Majelis Syuro PKS di kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (15/9/2023). Rapat tersebut menghasilkan kepastian dukungan PKS terhadap pencalonan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Anies Baswedan dalam Pemilu Presiden 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu resmi membacakan keputusan Majelis Syura PKS yang menetapkan untuk mengusung Abdul Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Anies Rasyid Baswedan. Ia pun menjawab pertanyaan wartawan dan menyampaikan, PKS tak memasang syarat apapun dalam pengusungan Anies-Muhaimin.

Ia menjelaskan tak segeranya PKS dalam mengambil sikap karena partainya taat pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Terutama terkait aturan yang mengatur kewenangan soal pemilihan presiden (Pilpres) berada di tangan Majelis Syura PKS.

Baca Juga

"Terkait dengan apakah ada syarat-syarat atau permintaan-permintaan baik partai koalisi ini, menyatakan bahwa ini semua tidak ada syarat segala macam yang kita minta, tapi ini adalah mekanisme di PKS," ujar Syaikhu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/9/2023) malam.

PKS juga tetap patuh kepada piagam deklarasi Koalisi Perubahan yang mengatur kewenangan Anies memilih bakal cawapres. Sehingga ketika Anies memilih Muhaimin, pasangan tersebut perlu diambil keputusannya lewat Musyawarah Majelis Syura PKS.

 

"Alhamdulillah hari ini kita bisa melakukan Musyawarah Majelis Syura ke-9 dan menyetujui Pak Muhaimin mendampingi Pak Anies. Nggak ada syarat," ujar Syaikhu.

PKS sendiri optimistis dapat mengokohkan kemenangan yang didasari semangat ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniyah kebangsaan, dan ukhuwah insaniyah. Hal tersebut menjadi salah satu keputusan Majelis Syura PKS dalam memenangkan pasangan Anies-Muhaimin.

"Tujuan kita di hari-hari ini adalah upaya, bahwa kita ingin instruksikan ke seluruh kader, struktur, dan keluarga besar PKS untuk bekerja secara totalitas untuk memenangkan pasangan AMIN," ujar anggota Komisi I DPR itu.

Muhaimin berterima kasih kepada Majelis Syura PKS yang telah menetapkan dirinya menjadi bakal cawapres dari Anies. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKS, bersama Partai Nasdem disebutnya siap memenangkan Pilpres 2024.

Keputusan Majelis Syura PKS terhadap dirinya adalah sebuah kepercayaan yang amat luar biasa baginya. Kepercayaan tersebut akan menjadi semangat dirinya bersama Anies untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Di samping itu, hubungan PKB dan PKS sendiri sudah terjalin sejak lama, baik di eksekutif dan legislatif. Salah satunya adalah saat dirinya dan Salim Segaf Aljufri menjadi bagian dari kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kebersamaan hari ini reunian dan kebersamaan untuk menyongsong Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera. Kebersamaan hari ini adalah kebersamaan yang terus menguatkan persaudaraan keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan," ujar Muhaimin.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement