Jumat 15 Sep 2023 06:27 WIB

Majelis Syura PKS Rapat Jumat Siang, Putuskan Dukung Cak Imin atau tidak

Hidayat Nur Wahid menilai, kunjungan PKB ke DPP PKS merupakan pertanda positif.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).
Foto: Republika/ Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar rapat di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan pada Jumat (14/9/2023) sekitar pukul 14.00 WIB. Rapat tersebut akan membahas usulan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Anies Rasyid Baswedan.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan kendati belum menyampaikan sikap resminya, silaturahim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke kantor DPP PKS merupakan pertanda positif bagi Koalisi Perubahan. Khususnya, terkait sikap PKS mendukung pasangan Anies-Cak Imin.

Baca Juga

"Hilal dari awal bulan sudah ada, jadi tidak usah khawatir itu. Sebetulnya malah dari kemarin silaturahim kebangsaan itu kan bukan hanya hilal, udah bulan purnama itu," ujar Hidayat di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2023).

Rapat yang digelar usai sholat Jumat, akan menjadi forum PKS mendengarkan pandangan semua anggota Majelis Syura dari seluruh Indonesia. Nantinya, rapat tersebut akan menghasilkan satu kesimpulan yang akan menjadi keputusan resmi DPP PKS untuk menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Mereka mewakili warga PKS dari seluruh Indonesia, kami akan mendengar dari mereka, dan sekaligus juga kami akan melaporkan apa yang kemarin sudah dicapai dan kemudian akan diputuskan bersama-sama," ujar wakil ketua MPR tersebut.

Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai tak ada hambatan berkoalisi antara PKB dan PKS. Meskipun basis massa Islam kedua partai politik kerap dianggap publik bertentangan di akar rumput.

PKB dengan basis massa dari Nahdlatul Ulama (NU) atau pemilih beragama Islam di perdesaan. Alhasil, PKB kuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan basis konstituen PKS adalah pemilih Muslim di perkotaan atau urban. Sehingga mereka kuat di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

"Jika pasangan ini bisa mengkapitalisasi kedua golongan basis massa, ini bisa menjadi keuntungan kedua pasangan ini. Saya melihat sebaliknya bahwa ada potensi dua kekuatan massa tersebut bersatu," ujar Romli saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

PKS dan PKB dengan basis pemilih Islam yang berbeda akan saling melengkapi pasangan Anies-Cak Imin. Ditambah dengan Partai Nasdem yang berideologi nasionalis yang dapat memperkuat pasangan yang pertama deklarasi tersebut.

"PKB cenderung memiliki basis massa di pedesaan dan PKS di perkotaan. Maka koalisi saling mengisi dan melengkapi satu sama lain, jadi ini bisa menjadi kekuatan bagi kedua pasangan ini," ujar Romli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement