Kamis 07 Sep 2023 21:11 WIB

Ada Banyak Objek Wisata Alam Belum Dikelola dengan Baik di Papua

Papua dinilai kaya dengan keindahan alam yang jadi potensi pariwisata.

Ilustrasi promosi pariwisata di Papua.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Ilustrasi promosi pariwisata di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Universitas Muhammadiyah Papua berupaya menguatkan literasi pariwisata kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dengan melibatkan unsur mahasiswa dan komunitas masyarakat sekitar.

Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Papua Indah Sulistiani mengatakan sosialisasi pengembangan pariwisata melibatkan perwakilan masyarakat dari empat kampung di Distrik Muara Tami yakkni Kampung Mosso, Skouw Mabo, Skouw Sae dan Skouw Yambe.

Baca Juga

Menurut Sulistiani, kegiatan tersebut terinspirasi dari kunjungan Universitas Muhammadiyah Papua ke Perbatasan RI-Papua Nugini (PNG). Di sana, turis atau wisatawan hanya terfokus pada objek wisata di batas negara padahal di daerah perbatasan terdapat kampung-kampung yang memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus dan beragam.

"Seperti objek wisata pemandian air panas, konservasi penyu, surfing, wisata pantai pasang surut, view pantai saat sunrise dan sunset," katanya di Jayapura, beberapa waktu lalu.

 

Dari hasil analisis ada beberapa kekurangan dalam pembangunan pariwisata di wilayah perbatasan mulai dari pemahaman masyarakat yang masih belum memahami bahwa pengembangan sektor pariwisata sebenarnya membawa dampak positif baik sektor ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan sektor lainnya.

"Tentu pengembangan pariwisata sudah menjadi program dari Dinas terkait dan Distrik Muara Tami tetapi perlu adanya pendekatan dari akademisi dalam bentuk sosialisasi maupun pelatihan terkait komunikasi pembangunan untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya pengembangan pariwisata," ujarnya.

Dia menambahkan dalam kegiatan tersebut pihaknya juga meningkatkan keterampilan warga dalam bentuk pelatihan keterampilan pemanfaatan digital dan komunikasi pariwisata.

Dia mengatakan pembangunan pariwisata merupakan program dari pemerintah tetapi dari segi kajian akademisi terutama kajian dari perspektif komunikasi pembangunan pihaknya merasa masih ada banyak hal yang perlu untuk dibenahi seperti peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan pariwisata.

"Dan pemanfaatan media digital dan teknik menyusun konten pesan-pesan wisata efektif agar bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke kampung-kampung wisata yang ada di Distrik Muara Tami," katanya lagi.

Sosialisasi dan pelatihan komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah Papua kepada warga di empat kampung di Skouw berlangsung pada 30-31 Agustus 2023. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement