Kamis 07 Sep 2023 13:38 WIB

Shane Lukas Divonis 5 Tahun Penjara

Terdakwa Shane Lukas dijatuhi vonis hukuman pidana selama 5 tahun penjara.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Bilal Ramadhan
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap David Ozora, Shane Lukas memeluk keluarganya. Terdakwa Shane Lukas dijatuhi vonis hukuman pidana selama 5 tahun penjara.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap David Ozora, Shane Lukas memeluk keluarganya. Terdakwa Shane Lukas dijatuhi vonis hukuman pidana selama 5 tahun penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyatakan terdakwa Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan terbukti bersalah atas penganiayaan berat terhadap korban anak DO (17 tahun), Kamis (7/9/2023). Atas vonis bersalah itu majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun. Shane Lukas menyatakan tak terima atas vonis dan hukuman tersebut.

“Mengadili: menyatakan terdakwa Shane Lukas Rotua Pangondian Lumabntoruan alias Shane Lukas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu,” kata Ketua Majelis Hakim Alimin Ribut Sujono saat sidang pembacaan vonis, di PN Jaksel, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga

“Menjatuhkan pidana penjara selama lima (5) tahun,” kata hakim.

Vonis dan hukuman terhadap terdakwa Shane Lukas ini, sesuai dengan tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam tuntutannya, juga meminta agar hakim, menghukum terdakwa Shane Lukas dengan penjara 5 tahun. Namun dalam vonis dan hukuman majelis hakim ini, tak menyertakan pidana restitusi terhadap terdakwa Shae Lukas seperti dalam tuntutan jaksa. Dalam pertimbangannya majelis hakim, menyatakan, beban restitusi atau ganti rugi atas kerugian materil akibat perbuatan pidana terhadap korban anak DO bukan diperuntukan bagi pelaku ‘sisipan’.

Dalam kasus penganiayaan ini, terdakwa Shane Lukas, bukanlah pelaku utama. “Terhadap restitusi dibebankan ke terdakwa, menurut hemat majelis oleh karena peran serta terdakwa bukanlah sengaja sebagai pelaku utama,” kata hakim.

“Maka tidak adil apabila terhadap terdakwa dibebankan restitusi,” sambung hakim.

Dalam pertimbangan lainnya, yang memberatkan bagi terdakwa Shane Lukas ialah terkait peran turut-serta melakukan rencana penganiayaan terhadap korban anak DO. 

Tetapi, dalam putusan tersebut, majelis hakim mempertimbangkan keringan hukuman terhadap terdakwa Shane Lukas yang terbukti melakukan pencegahan atas keberlanjutan penginiayaan berat yang dilakukan oleh terdakwa Mario Dandy Satriyo selaku pelaku utama.

Atas vonis dan hukuman dari majelis hakim tersebut, terdakwa Shane Lukas menyatakan tak terima. Bersama tim kuasa hukumnya, terdakwa Shane Lukas menyatakan banding.

“Saya mau banding Yang Mulia,” begitu kata Shane Lukas.

Shane Lukas, bukan satu-satunya terdakwa yang akan menghadapi sidang vonis hari ini. Terdakwa utama dalam kasus penganiayaan berat terhadap korban anak DO ini, adalah Mario Dandy Satriyo.

Terdakwa Mario Dandy, dalam tuntutan jaksa, meminta hakim menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara. Jaksa juga menuntut agar hakim menjatuhkan pidana restitusi sebesar Rp 120 miliar terhadap Mario Dandy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement