Senin 04 Sep 2023 11:57 WIB

Crivisaya Ganjar Buka Layanan Konsultasi Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga di Lampung Tengah

Layanan ini akan terus dibuka di berbagai wilayah di Lampung.

Ilustrasi keadilan hukum.
Foto: www.freepik.com
Ilustrasi keadilan hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG TENGAH -- Masyarakat di Provinsi Lampung masih banyak yang belum melek hukum sehingga mereka sangat berisiko menjadi korban penipuan hingga kriminalisasi pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar yang terdiri atas Generasi Alumni Muda Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Lampung (Unila) membuka layanan konsultasi bantuan hukum gratis.

Koordinator Wilayah (Korwil) Crivisaya Ganjar Lampung, Harsya Billy mengatakan, melalui kegiatan dan PBH yang diadakan oleh kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar, Billy berharap dapat membantu masyarakat untuk memahami aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga

Pada kegiatan yang digelar di Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah, para sukarelawan Crivisaya Ganjar menerima berbagai keluhan dan pertanyaan dari mulai permasalahan hukum di bidang pertanahan hingga perceraian suami-istri.

"Tujuannya, yang pertama kami memberikan materi atau pemahaman kepada masyarakat bahwa hukum ini kita harus melek terhadap hukum. Karena, banyak sekali masyarakat yang belum tahu penyelesaian masalah lewat jalur hukum. Jadi, kami memberikan suatu pembekalan kepada masyarakat awam," kata di.

Tak berhenti sampai di situ, Billy memastikan para sukarelawan Crivisaya Ganjar akan terus membuka layanan konsultasi hukum yang sama di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.

Setelah membentuk PBH di Lampung Tengah, Billy mengungkapkan akan membukanya di dua daerah lain yang dianggap banyak memerlukan bantuan hukum dari para ahli hukum.

"Kami kemarin sama tim (memutuskan) akan membuka Pos Bantuan Hukum ini di tiga kabupaten besar. Salah satunya, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan," ujar Billy menyebutkan.

Program kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas membuat kelompok sukarelawan Crivisaya Ganjar mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan.

Tak hanya itu, masyarakat pun menjadi lebih mengenal bakal calon presiden 2024-2029, Ganjar Pranowo dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan para sukarelawan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Setelah mengenal lebih dekat sosok Ganjar, Billy pun memastikan masyarakat di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah akan mendukungnya dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Salah seorang warga Kecamatan Seputih Agung, Andi Sofian menilai kegiatan yang diinisiasi para sukarelawan Crivisaya Ganjar kali ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Kegiatan ini sangat membantu bagi masyarakat kecil khususnya yang tidak taat (memahami) hukum. Yang tidak mengerti hukum. Kegiatan ini sangat membantu karena di sini juga banyak permasalahan-permasalahan. Contohnya, di bagian pertanahan itu banyak yang belum tahu hukumnya," kata Andi.

Dia menjelaskan, masyarakat di daerahnya kebanyakan berprofesi sebagai petani dengan tingkat pendidikan yang cukup rendah sehingga mereka pun banyak yang tidak mengerti hukum.

Oleh karena itu, Andi berharap Ganjar Pranowo bisa menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya dan lebih memperhatikan rakyat kecil di wilayah Lampung dan Indonesia secara luas.

"Harapannya untuk Pak Ganjar, Mudah-mudahan menjadi pemimpin Indonesia yang baik dan amanah untuk rakyat, khususnya di Lampung," kata dia. 

Adapun terkait Pilpres, Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei elektabilitas terbaru terkait tren bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Dalam simulasi tertutup tiga nama, Ganjar Pranowo unggul dari Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dengan 35,9 persen.

Pendiri SMRC Saiful Mujani menjelaskan, hasil survei ini didapat dari pertanyaan kepada responden tentang siapa presiden yang akan dipilih jika pilpres berlangsung sekarang.

“Ganjar mendapat dukungan 35,9 persen, sementara Prabowo 33,6 persen dan Anies 20,4 persen dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 10,1 persen,” kata Saiful saat merilisnya hasil surveinya, seperti dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement