Kamis 31 Aug 2023 23:19 WIB

Soal Cawapres Prabowo, Gibran : Ada Pak Erick, Pak Airlangga, Pak Yuzril

Gibran terus mengamati perkembangan politik jelang Pilpres 2024.

Rep: C02/ Red: Erdy Nasrul
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming beri tanggapan soal kabar Cak Imin jadi Cawapres Anies Baswedan, Kamis (31/8/2023).
Foto: Republika/ Alfian Choir
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming beri tanggapan soal kabar Cak Imin jadi Cawapres Anies Baswedan, Kamis (31/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO–Wali Kota Solo Gibran Rakabuming beri tanggapan soal peluangnya jadi Calon Wakil Presiden (Capres) Prabowo Subianto menjadi lebih besar usai ketua umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar dikabarkan menjadi Calon Wakil Presiden (Capres) Anies Baswedan. 

Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani sempat menyebutkan 3 nama Cawapres Prabowo. Mulai dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gibran. 

Baca Juga

Ditemui di benteng Vastenburg, Kamis (31/8/2023) malam, Gibran menepis kemungkinan dirinya menjadi Cawapres Prabowo semakin menguat. Ia juga mengatakan masih ada sosok yang berpotensi seperti Erick Thohir, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PBB Yuzril Ihza Mahendra.

"(Peluangnya jadi lebih besar) Enggak juga, ada pak Erick, ada pak Airlangga, ada pak Yusril," ungkapnya. 

Kendati demikian, Gibran mengaku tak tahu menahu terkait kabar disandingkannya Cak Imin dengan Anies tersebut. Ia juga mengatakan tak mengikuti berita tersebut, bahkan bertanya kembali ke awak media. 

"Aku ora mudeng i, aku ora ngikutin beritane. Cak Imin dengan pak Anies? pie to aku bingung. Masak? Udah dicler? Orak silaturahmi tok (kali)," ungkapnya.

Suami Selvi Ananda tersebut bahkan sempat berkelakar menanyakan singkatan apa jika Anies dan Cak Imin nantinya resmi bergandengan sebagai Capres dan Cawapres. 

"Pak Anis dan Cak Imin disingkat jadi?," Katanya berkelakar. 

"(Jadi apa) Aku kan ora ngerti, aku mengikuti SIPA iki, meh sholawatan, Aku ora mengikuti berita-berita ngono kui (saya tidak mengikuti berita begitu). Wis final to? Urung," katanya. 

Disinggung soal Golkar yang belum mengusulkan nama untuk cawapres Prabowo karena masih menunggu hasil judicial review, Gibran mengaku tak tahu menahu. Oleh sebab itu, ia meminta untuk menunggu saja soal keputusan siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo. 

"Ya ditunggu saja kok aku sing diusulkan. (Golkar masih menunggu judicial review?)Gak tahu, hasilnya judicial review aja gimana saya ngak ngikuti juga, saya ini orang awam," katanya mengakhiri.

Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Demokrat dan anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Teuku Riefky Harsya mengungkapkan kabar mengejutkan. Capres Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan setuju dengan manuver Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh untuk disandingkan dengan cawapres Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Riefky mendapat kabar itu dari Juru Bicara Anies, Sudirman Said yang menyampaikan informasi itu kepada Partai Demokrat di Jakarta pada Rabu (30/8/2023). Menurut dia, informasi yang disampaikan Sudirman, Anies menerima keputusan itu atas dasar inisiatif sepihak Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

"Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati ketiga parpol," kata Riefky dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Padahal, kata Riefki, Anies sebelumnya sudah sepakat menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres pendampingnya. Hal itu disepakati pimpinan Nasdem, PKS, dan Demokrat. Namun, kini Anies menurut ke Surya Paloh untuk disandingkan dengan ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Adapun koalisi Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah memenuhi syarat kursi 20 persen di DPR. Dengan begitu, pasangan Anies-Cak Imin sudah cukup untuk bisa mendaftar ke KPU.

"Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya. Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, kewenangan penentuan koalisi dan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai," kata Riefky dalam keterangannya pada Kamis (31/8/2023). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement