Senin 28 Aug 2023 15:34 WIB

Merasa Dihipnotis, Laptop dan Uang Mahasiswa S3 UNS Ini Melayang Saat Naik Bus

Posisi laptop dalam tas ternyata digantikan dengan buku tebal sebesar laptop.

Hati-hati saat naik bus karena bisa saja uang dan harta berharga Anda melayang (ilustrasi)
Foto: Wordpress.com
Hati-hati saat naik bus karena bisa saja uang dan harta berharga Anda melayang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Siti Maemunah (29 tahun) boleh jadi tak pernah menyangka perjalanan dari kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) justru berujung petaka. Setelah tiba di Ciawi, Bogor, dari perjalanan ke Solo itulah, laptop dan uang jutaan rupiah miliknya diketahui melayang begitu turun dari bus.

Peristiwa tersebut bermula setelah mengikuti sidang proposal disertasi, Jumat (25/8/2023), Maemunah memilih untuk pulang ke Cipanas, Cianjur, dengan menaiki bus. 

Baca Juga

''Jumat jam 14.11 saya membeli tiket bus di agen di Terminal Kartasura Solo untuk tujuan Ciawi. Saya memilih nomor duduk 4A dekat jendela, dan jam keberangkatan bus pukul 18.20 yang tertera di tiket. Namun pihak agen meminta saya untuk datang lebih awal pada pukul 18.00,'' ujarnya pada Republika, Senin (28/8/2023). 

Selanjutnya, sekitar pukul 17.50, dia mengaku sudah sampai di lokasi agen bus tersebut menunggu bus datang. Ternyata bus baru datang sekitar pukul 19.30 yang berarti bus terlambat dari estimasi kedatangan jadwal di tiket.

 

Ketika naik ke dalam bus, dia melihat tempat duduk yang harus ditempatinya yaitu nomor 4A sudah ada yang menduduki, yaitu seorang ibu-ibu. Karena merasa tak enak untuk membangunkannya dari tidur, maka dia memilih duduk di kursi 4B. Saat perjalanan, ibu itu bangun dan mereka sempat mengobrol banyak hal. 

''Posisi saya masih memegang tas yang berisi laptop dan lain termasuk uang. Sekitar pukul 22.30, bus sampai di Waleri, kami diminta turun untuk makan di restoran sana. Tas saya bawa saat makan. Bus jalan kembali sekitar pukul 23.00,'' lanjut Maemunah.

Sepanjang pukul 23.00 sampai 01.00, dia mengaku belum tidur karena masih mendengarkan musik di ponselnya seraya memegang erat tas. Barulah pada pukul  01.00-03.00, dia sempat tertidur. ''Pukul 03.00 lebih, saya bangun, posisi mobil (bus) di sekitar Cikarang dan saya ke toilet. Karena posisi baru bangun tidur saya lupa ke toilet tidak membawa laptop. Laptop saya taruh di kursi,'' katanya.

Kurang dari lima menit, dia pun sudah kembali ke tempat duduk. ''Saya duduk kembali dan saya pegang tas saya dan masih merasakan laptop masih ada dan berat sehingga tidak saya cek ulang,'' ungkapnya.

Sekitar pukul 07.00, bus sampai pada tujuan akhir di pool Ciawi. ''Saya adalah penumpang yang terakhir turun. Setelah turun dari bus itu saya menuju mobil berikutnya arah Cipanas, Cianjur untuk menuju ke rumah saya. Ketika duduk di mobil arah Cipanas itulah, saya buka tas saya dan ternyata di tas saya sudah tidak ada laptop dan uang saya,'' ujarnya. 

Rupanya, tas yang terasa berat itu digantikan dengan buku tebal sebesar laptop. Persis disimpan di bagian penyimpanan laptop sehingga Maemunah tak menaruh curiga telah kehilangan uang dan laptop selama perjalanan di bus dari Solo-Ciawi tersebut. 

''Setelah itu saya kembali ke pool bus yang saya naiki itu. Saya bertanya banyak terutama tentang CCTV. Ternyata CCTV mati, menurut keterangan sopir bus tersebut,'' kata dia. 

Tak hanya itu, Maemunah pun merasa aneh karena tidak mengecek tasnya sehingga merasa dirinya sudah terkena hipnotis. ''Biasanya ke mana pun, tas saya cek terus dan saya bawa terus. Entah perasaan seperti apa, bisa-bisanya saya simpan tas sembarangan seperti itu. Hal ini tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Bahkan saya ngobrol dengan ibu itu cukup lama yang sebelumnya karena biasanya saya tidak pernah mengobrol dengan siapa pun ketika naik bus,'' kata dia. 

Akibat kejadian tersebut, Maemunah mengalami kerugian kehilangan laptop dan uang sebesar Rp 2 juta. Perkara tersebut sudah dilaporkan ke Polres Bogor Kota guna penyidikan lebih lanjut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement