Ahad 27 Aug 2023 06:57 WIB

Kebakaran Meluas, 151 Hektare Hutan di Gunung Ciremai Hangus

Luas hutan kawasan TNGC yang terbakar sebelumnya hanya 56,9 hektare.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus raharjo
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Cibuntu, Kecamatan Pesawahan, Kuningan, Jawa Barat, Senin (26/9/2022). Puluhan personel gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Masyarakat Peduli Api (MPA) dan personel TNI/Polri diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api yang telah menghanguskan puluhan hektar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai.
Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Cibuntu, Kecamatan Pesawahan, Kuningan, Jawa Barat, Senin (26/9/2022). Puluhan personel gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Masyarakat Peduli Api (MPA) dan personel TNI/Polri diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api yang telah menghanguskan puluhan hektar kawasan hutan di lereng Gunung Ciremai.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan semakin meluas, Sabtu  (26/8/2023). Angin yang cukup kencang dan berubah-ubah arah serta medan berbatu dan terjal menjadi kendala dalam pemadaman api.

Berdasarkan rilis resmi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Sabtu (26/8/2023) hingga pukul 17.00 WIB, perkiraan sementara total luas hutan kawasan TNGC yang terbakar sudah mencapai sekitar 151 hektare.

Baca Juga

Luasan area yang terbakar itu meningkat signifikan dibandingkan Jumat (25/8/2023) pukul 23.30 WIB, yang diperkirakan mencapai 56,9 hektare.

Kebakaran itu tersebar di delapan blok kawasan TNGC. Yakni, Blok Talaga Bogo dan Batu Luhur, Blok Batu Kuda, Blok Batu Beuhuengan, Blok Tegal Bodas, Blok Jalan Maling, Blok Panjak Rama, Blok Karang Dinding dan Blok Jalan Bukit Seribu Bintang.

 

Kedelapan blok itu masuk ke dalam wilayah Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Adapun ketinggian lokasi kebakaran mencapai 430 meter diatas permukaan laut (Mdpl)-750 Mdpl.

"Pantauan aplikasi SIPONGI (Karhutla Monitoring Sistem) sampai pukul 17.00 WIB, masih terdeteksi 12 titik api, dengan arah angin ke barat dan kecepatan 2,17 KM/H," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Sabtu (26/8/2023).

Upaya pemadaman kebakaran pun masih terus dilakukan melalui darat dengan menggunakan peralatan parang, jet shooter dan lainnya. Upaya tersebut dilaksanakan pada lokasi titik api yang mengarah ke Cileutik dan titik api yang mengarah ke Karangdinding.

Selain itu, tim gabungan juga melakukan pembuatan sekat bakar, yang dilaksanakan mulai dari daerah Cileutik-Karangdinding sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer.

Sementara itu, ketika ditanyakan apakah kejadian kebakaran di hutan TNGC saat ini sudah dinyatakan tanggap darurat, Indra menjelaskan, sampai saat ini belum menyatakan situasi tanggap darurat.

"Tapi ini juga sangat situasional, melihat perkembangan besok atau dua hari kedepan. Semoga saja besok lebih kondusif dan sudah tidak ada penambahan titik api,’’ kata Indra.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement