Jumat 11 Aug 2023 18:59 WIB

Putra Mahkota Keraton Diduga Terlibat Tabrak Lari di Gladak, Ini Klarifikasi Pengacara

Kubu keraton menjelaskan insiden kecelakaan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Rep: C02/ Red: Teguh Firmansyah
Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kecelakaan tabrak lari yang terjadi di dekat Gapura Gladak, kota Solo, Rabu (9/8/2023) 01.30 dini hari berakhir dengan damai. Pihak penabrak yang belakangan diketahui sebagai putra keraton dan keluarga korban telah menemui titik temu.  

Pihak kuasa hukum dari Purboyo atas nama KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat menceritakan bahwa sebenarnya K.G.P.A.A. Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau Purboyo hanya berusaha mencari bantuan ke kediamannya yang tak jauh dari tempat kejadian. Ini karena luka - luka korban yang menurutnya tidak terlalu serius.

Baca Juga

Namun setelah kembali ke tempat kejadian, ternyata korban telah dipindahkan. korban dijemput oleh keluarganya dan dibawa ke RS Yaksi di Gemolong, Sragen. Alasannya agar dapat penanganan yang diperlukan.

Kemudian, setelah pihak keluarga Keraton mendapatkan data dan alamat korban langsung menuju ke rumahnya. Pertemuan berikutnya pihak Keraton Solo berkunjung kembali ke rumah korban. 

Selain itu, pertemuan kedua kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan urusan tersebut secara kekeluargaan, karena korban sendiri juga tidak mengalami luka yang berarti. Pihaknya pun sempat saling memaafkan.  "Apabila ada biaya perawatan, pemulihan kesehatan agar sembuh seperti keadaan semula itu tanggung jawab kami," kata Ferry, Jumat (11/8/2023). 

"Kendaraan apabila ada kerusakan dan bisa diperbaiki kita perbaiki. apabila tidak bisa, kita ganti," katanya menambahkan. 

Di sisi lain, korban Hanafi mengatakan bahwa tidak ada trauma dari kecelakaan tersebut. Namun, pihaknya menegaskan tidak akan melaporkan ke pihak berwajib. Sebenarnya pihaknya melapor untuk mengurus jasa Raharja.

"Kalau trauma tidak ada. cuma sedikit lecet di dengkul dan luka ringan di tangan. Kendaraan yang rusak depan aja. namanya tabrakan pasti ada yang rusak. Laporan sebenarnya tidak. akhirnya kami lapor karena untuk jasa raharja," katanya. 

Hanafi menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan tersebut sebenarnya ia berniat pulang ke kamar indekos setelah mencari makan. "Yang jelas cari makan. Mau pulang ke kos di Kadipiro," katanya. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement