Selasa 08 Aug 2023 15:56 WIB

Perputaran Uang Judi Online Fantastis, Menkominfo: Korbannya Bahkan Anak-Anak 

Menteri Kominfo baru mengaku sangat serius memberantas perjudian online.

Rep: Eva Rianti/ Red: Fuji Pratiwi
Ilustrasi judi online
Ilustrasi judi online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Budi Arie Setiadi mengungkapkan perputaran uang judi online pada satu laman saja, seperti laman Higgs Domino Island mencapai Rp 2,2 triliun per bulan atau Rp 27 triliun per tahun. Mirisnya, dia menyebut, korban aktivitas perjudian online adalah masyarakat kecil, bahkan anak-anak. 

"Yang rugi atau yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. Bayangkan sehari judi slot Rp 30 ribu, sebulan Rp 900 ribu, dan korbannya juga sampai ke anak-anak kecil," kata Budi dalam konferensi pers update pemberantasan judi online di Kantor Kementerian Kominfo di Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2023). 

Baca Juga

Budi, yang baru dilantik menjadi Menteri Kominfo pada 17 Juli 2023 lalu itu, mengaku ia sangat serius dalam masalah tersebut dan berkomitmen bakal memberantas perjudian online. Dia pun meminta agar masyarakat ambil peran pula dalam upaya pemberantasan itu karena sangat meresahkan. 

"Rakyat sangat dirugikan. Kasihan. Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, kasihan ini kan uang yang harusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih baik, jadi sia-sia," kata dia. 

 

Budi melanjutkan, telah memerintahkan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan untuk meningkatkan kecepatan dalam menangani situs aplikasi dan konten yang mengandung muatan perjudian. Sebab, tiap hari selalu muncul situs-situs anyar perjudian online

Dia juga menugaskan Dirjen Atika untuk mencari informasi sekomprehensif mungkin untuk mendukung upaya penegakan hukum yang menjadi wewenang aparat kepolisian. "Sebagai langkah konkret saya juga akan segera secepatnya untuk berkoordinasi dengan bapak Kapolri untuk mendukung proses penindakan hukum pelaku perjudian online, baik pengembangnya, bandarnya, sponsornya pihak yang mempromosikan, maupun pihak-pihak di belakang kegiatan perjudian online yang melakukan operasi di Indonesia," kata Semuel.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement