Selasa 01 Aug 2023 19:52 WIB

Juli 2023, Inflasi Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur

Indeks harga konsumen Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolandha
Pedagang di pasar tradisional Kota Malang menjual komoditas telur yang kini harganya merangkak naik, Senin (15/5/2023).
Foto: Wilda Fizriyani
Pedagang di pasar tradisional Kota Malang menjual komoditas telur yang kini harganya merangkak naik, Senin (15/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tingkat inflasi di Kota Malang pada Juli 2023 termasuk yang tertinggi di Jawa Timur (Jatim). Indeks harga konsumen Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, tingkat inflasi Kota Malang mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data BPS Kota Malang, inflasi pada Juni 2023 sekitar 0,07 persen. Kemudian meningkat menjadi 0,19 persen pada bulan berikutnya. 

Baca Juga

Menurut Erny, ada sejumlah komoditas yang menyebabkan Kota Malang mengalami inflasi pada Juli 2023. Sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras, angkutan udara dan biaya pendidikan SD serta lainnya.

Lebih rinci, harga daging ayam ras mengalami peningkatan hingga 4,96 persen. Itu artinya komoditas tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,0636 persen. Komoditas ini termasuk penyumbang inflasi terbesar di Kota Malang selama Juli 2023.

Selanjutnya, biaya angkutan udara menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua di Kota Malang. Menurut Erny, komoditas ini mengalami kenaikan harga hingga 3,58 persen. Dengan kata lain, ini memberikan andil inflasi selama Juli lalu sekitar 0,0595 persen.

Ada pula komoditas pendidikan SD yang menjadi penyumbang inflasi terbesar ketiga. Erny mengungkapkan, biaya pendidikan SD selama bulan lalu meningkat hingga 3,06 persen. "Dengan andil inflasi sebesar 0,0264 persen," jelasnya.

Di samping itu, Erny juga mengungkapkan, ada sejumlah komoditas yang juga turut memberikan andil deflasi selama Juli 2023. Sejumlah komoditas yang dimaksud antara lain beras, udang basah, pir dan sebagainya.

Adapun rincian komoditas yang memberikan andil deflasi, yakni beras mengalami penurunan harga sebesar 0,13 persen. Menurut Erny, beras memberikan andil deflasi di Kota Malang sekitar 0,0047 persen.

Selanjutnya, terdapat udang yang basah yang mengalami penurunan harga sebesar 1,82 persen. Komoditas ini memberikan andil deflasi selama bulan lalu  sekitar 0,0048 persen. Ada pula buah pir yang harganya menurun 4,3 persen dan memberikan andil deflasi sekitar 0,0048 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement