Senin 31 Jul 2023 13:55 WIB

Tinggal dan Kerja di Jakarta, Warga Maluku Harus Jaga Kerukunan

Warga Maluku harus menjaga nama baik mereka di perantauan.

Ilustrasi warga Maluku.
Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Ilustrasi warga Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meminta masyarakat daerah tersebut yang berdomisili di Jakarta agar dapat menjaga kerukunan antaretnis, suku, dan agama.

"Orang Maluku harus dapat terus meleburkan perbedaan dan memunculkan persamaan, yang artinya walaupun berbeda, kita dapat saling bertoleransi dan hidup berdampingan secara damai," ujar Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Saiful Indra Patta pada halal bihalal masyarakat Maluku di Jakarta sebagaimana keterangan tertulis di Ambon, Senin (31/7/2023).  

Baca Juga

Ia mengatakan, halal bihalal dalam masyarakat Islam di Indonesia punya posisi dan peran strategis sebagai media silaturahim antarsesama anak bangsa yang berbeda golongan, ideologi, suku, maupun agama.

"Apalagi, dalam menghadapi berbagai tantangan modernitas dewasa ini, yang ditandai dengan persaingan di berbagai bidang kehidupan, seperti  sosial, ekonomi dan politik, yang terkadang memicu pertentangan dan merenggangkan silaturahim kita. Dengan kata lain, halal bihalal dapat juga dimaknai sebagai media reintegrasi sosial," katanya.

Karena itu kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun dan mempererat rasa kasih pada sesama, baik itu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan atas dasar nilai-nilai islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air), serta ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

“Perlu saya sampaikan, orang yang senantiasa menghubungkan silaturahmi dan persaudaraan akan disenangi orang dan diperpanjang umurnya," kata dia.

Dengan silaturahim, dia melanjutkan, hubungan dan pergaulan semakin luas, maka anak-anak Maluku dapat berbincang, tukar informasi sehingga dapat membuka pemikiran-pemikiran baru, yang akhirnya dapat menciptakan hubungan kerja dan sebagainya yang dapat mendatangkan rizeki lebih luas.

“Melalui momentum halal bihalal ini juga, saya mengajak kita semua untuk meningkatkan kualitas kerukunan dan kedamaian. Inilah spirit kebersamaan dan persaudaraan untuk belajar saling memahami, saling mempercayai, saling mencintai, saling menopang, saling membanggakan, dan saling menghidupi," ujarnya.

Orang Maluku mempunyai semboyan yang berbunyi "Potong di Kuku Rasa di Daging, dan Sagu Salempeng di-Pata Dua" yang berarti jika satu orang Maluku sakit maka yang lain ikut merasa sakit dan orang Maluku harus selalu berbagi di manapun berada.

Ia berharap agar filosofi dari pesan moral yang telah menjadi kearifan lokal orang Maluku itu dapat dipegang teguh oleh semua orang Maluku di perantauan guna menjaga persatuan, kesatuan, kekeluargaan, dan solidaritas.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Saiful Indra Patta, Ketua Panitia Pelaksana Fikri R. Tawainella, Perkumpulan Masyarakat Tulehu se-Jabodetabek dan sekitarnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement