Senin 24 Jul 2023 20:56 WIB

Jasad Bayi Ditemukan di Depan Ruko Pekanbaru, Polisi Perkirakan Usianya 3-7 Hari

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu sempat bernapas sebelum meninggal dunia.

Penemuan jasad bayi (ilustrasi). Polisi menyelidiki penemuan bayi di depan ruko di Pakanbaru, Riau.
Foto: Foto : MgRol_92
Penemuan jasad bayi (ilustrasi). Polisi menyelidiki penemuan bayi di depan ruko di Pakanbaru, Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyelidiki penemuan mayat bayi di depan ruko, Jalan Amal Bakti, Kelurahan Labuh Baru Timur untuk mengetahui siapa pelaku yang bertanggung jawab.

"Tim masih lidik di lapangan. Saat ini dua orang yang diambil keterangan, yaitu saksi yang menemukan mayat tersebut," Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra di Pekanbaru, Senin (24/7/2023).

Baca Juga

Sebelumnya, temuan mayat bayi menghebohkan masyarakat di sekitar lokasi pada hari Jumat (21/7/2023). Penemuan tersebut bermula saat salah seorang pekerja bernama Rahmat mencium bau tak sedap dari depan ruko tersebut.

Ketika Rahmat melihat sebuah plastik hitam di lantai ruko itu, langsung melaporkan ke RT setempat, kemudian mengecek isi plastik tersebut. Saat diperiksa, mereka terkejut karena di dalam plastik itu tampak sesuatu yang mirip tangan bayi.

Kepala Subdirektorat Pelayanan Medis Kedokteran dan Kesadaran Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Riau l Kompol Supriyanto memperkirakan mayat bayi malang itu berusia sekitar 3 hingga 7 hari. Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bayi tersebut sempat bernapas sebelum akhirnya meninggal. "Kami menerima mayat bayi dengan kondisi dalam pembusukan. Dari hasil identifikasi, identitas bayi tersebut laki-laki berusia 3 hingga 7 hari," terang Supriyanto.

Terkait dengan kekerasan atau hal lainnya, Kompol Supriyanto masih menunggu hasil pemeriksaan dan konfirmasi lanjutan dari RS Bhayangkara Polda Riau.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement