Jumat 14 Jul 2023 19:50 WIB

Survei: 91,3 Persen Responden Setuju dengan Visi Perubahan 2024

Survei Indostrategic digelar pada 9-20 Juni 2023.

Rep: Wahyu Suryana, Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Rasyid Baswedan.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Rasyid Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indostrategic baru saja merilis hasil survei yang mereka lakukan untuk periode 9-20 Juni 2023. Salah satu yang menjadi sorotan tingginya tingkat setuju publik soal narasi perubahan untuk Indonesia.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam mengatakan, 80,6 persen responden sudah pernah mendengar visi perubahan untuk 2024. Dari 1.400 responden, hanya 19,3 persen yang mengaku belum pernah mendengar.

Baca Juga

Artinya, narasi itu sudah cukup tersampaikan kepada masyarakat. Tapi, Indostrategic mendalami lagi apakah narasi tersampaikan secara dalam atau tidak untuk melihat apakah itu bisa dikonversi menjadi dukungan.

"Sebanyak 91,3 persen responden setuju dengan visi perubahan memperbaiki kondisi saat ini, 8,2 persen tidak setuju, 0,5 tidak tahu/tidak jawab," kata Khoirul, Jumat (14/7).

Kemudian, terkait pemahaman masyarakat tentang narasi perubahan, 83,9 persen menganggap itu berarti program-program pemerintah yang lebih baik. Hanya 14,4 persen merasa visi itu asal berbeda dengan pemerintah.

Lalu, diteliti lebih mendalam apakah visi perubahan itu betul-betul menyasar konteks keseharian mereka dan mampu memberikan perbaikan. Sebab, jika tidak masyarakat berpotensi memberikan koreksi balik.

"Sebanyak 34,1 persen menginginkan harga kebutuhan pokok terjangkau," ujar Khoirul.

Selain itu, ada 16,9 persen yang berharap mencari pekerjaan lebih mudah, 9,5 persen berharap harga jual panen pertanian, perkebunan dan nelayan stabil, 7,7 persen berharap bisa melunasi utang luar negeri Indonesia.

Ada pula 6,1 persen harapan agar harga BBM terjangkau, 4,9 persen agar pupuk petani terjangkau, 4,6 persen peningkatan pemberantasan korupsi. Bahkan, ada 3,2 persen berharap penegakan hukum yang tidak asal tangkap. 

Responden tak ikuti pilihan capres Jokowi ...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement