Senin 12 Jun 2023 17:29 WIB

Lalu Lintas Jembatan Tol Kaligawe Semarang Ditutup Hingga Desember

Pengemudi truk diminta masuk tol lewat pintu Krapyak.

Petugas Satlantas Polrestabes Semarang mengatur lalu lintas saat simulasi rekayasa lalu lintas untuk proyek peninggian jalan dan jembatan Tol Kaligawe di jalur Pantura, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/6/2023). Simulasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang pada Kamis (8/6) hingga Sabtu (10/6) di sekitar titik proyek jalan dan jembatan yang akan terhubung ke jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A itu sebagai upaya mitigasi penguraian arus lalu lintas di jalur pantura saat pengerjaan proyek tersebut yang direncanakan akan dimulai pada Ahad  (11/6).
Foto: Antara/Aji Styawan
Petugas Satlantas Polrestabes Semarang mengatur lalu lintas saat simulasi rekayasa lalu lintas untuk proyek peninggian jalan dan jembatan Tol Kaligawe di jalur Pantura, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/6/2023). Simulasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang pada Kamis (8/6) hingga Sabtu (10/6) di sekitar titik proyek jalan dan jembatan yang akan terhubung ke jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A itu sebagai upaya mitigasi penguraian arus lalu lintas di jalur pantura saat pengerjaan proyek tersebut yang direncanakan akan dimulai pada Ahad (11/6).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepolisian mulai menutup dan mengalihkan arus lalu lintas di atas dan bawah jembatan Tol Kaligawe Semarang, Jawa Tengah hingga Desember 2023. Ini dilakukan menyusul dimulainya rangkaian pembangunan proyek Tol Semarang-Demak.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan, rekayasa lalu lintas di sekitar jembatan Tol Kaligawe mulai diberlakukan usai uji coba sejak 8 hingga 10 Juni 2023.

Baca Juga

"Dari uji coba yang dilakukan ternyata rute pengalihan arus yang disiapkan sudah cukup efektif," katanya, Senin (12/6/2023).

Namun, menurut dia, sosialisasi tentang penutupan jembatan Tol Kaligawe ini masih perlu dimasifkan agar masyarakat yang melintas bisa lebih mempercepat laju kendaraan saat melintas jalur rekayasa yang disiapkan.

 

"Yang melintas di jalur yang sudah direkayasa ini diharapkan tidak melambat sehingga tidak menyebabkan antrean panjang," katanya.

Evaluasi lain yang dilakukan, imbauan kepada pengemudi truk dari arah pelabuhan yang akan masuk tol. Menurut dia, masih banyak truk dari arah pelabuhan yang masih masuk ke dalam tol melalui gerbang Tol Muktiharjo.

Ia menjelaskan hal tersebut mengakibatkan kepadatan lalu lintas karena truk harus memutar balik di Jalan Raya Kaligawe di depan Kampus Unissula Semarang. "Sudah kami sampaikan ke paguyuban-paguyuban pengemudi truk agar masuk tol lewat pintu Krapyak," katanya.

Adapun masyarakat pengguna kendaraan bermotor dengan ukuran lebih kecil, ia mengimbau agar memilih jalur alternatif, baik yang dari arah Semarang ke Demak maupun yang sebaliknya. Adapun rekayasa lalu lintas yang dilakukan, antara lain mengalihkan kendaraan dari arah Demak yang akan menuju ke Semarang masuk ke dalam jalan tol untuk berputar arah kembali ke jalan utama.

"Sepeda motor dari arah Demak yang akan ke Semarang juga diarahkan masuk ke tol untuk berputar arah," katanya.

Jalan Tol Semarang-Demak memiliki panjang 27 Km yang terbagi dalam dua seksi. Seksi I menghubungkan Kaligawe-Sayung sepanjang 10,69 Km yang akan dibangun pemerintah dengan pembiayaan APBN. Sementara seksi II menghubungkan Sayung-Demak sepanjang 16,31 Km yang saat ini sudah selesai dan dioperasikan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement