Jumat 09 Jun 2023 18:57 WIB

Anies Baswedan Disarankan tak Terburu-buru Umumkan Cawapres

Salah pemilihan momentum pengumuman cawapres bisa berdampak negatif.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Indira Rezkisari
Bakal Calon Presiden (Capres) RI, Anies Baswedan. Belum ada pengumuman resmi mengenai cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan.
Foto: Republika/Prayogi
Bakal Calon Presiden (Capres) RI, Anies Baswedan. Belum ada pengumuman resmi mengenai cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, didesak untuk segera mengumumkan cawapresnya. Padahal, pendaftaran capres masih jauh dan bacapres lain belum pula mengumumkan cawapresnya.

Pendukung Anies Baswedan, Musni Umar, mengatakan ingin santai saja dan tidak perlu terlalu panas soal cawapres. Sebab, ia menekankan, pengumuman cawapres penting memperhatikan momentum.

Baca Juga

Ia menilai, dalam mengumumkan cawapres perlu mencari momentum tepat untuk meraih dukungan dari masyarakat. Karenanya, capres yang berhasil memilih waktu tepat biasanya mendapat perhatian publik lebih banyak.

Selain itu, memilih momentum membuat capres dapat mengevaluasi potensi elektabilitas dan melihat seberapa besar kesempatan menang. Maka itu, tidak perlu buru-buru karena salah momentum bisa berdampak negatif.

"Ojo kesusu, jangan tergesa-gesa dan mendesak deklarasi cawapres Anies karena berarti memberi peluru dan bola panas kepada lawan untuk serang Koalisi Perubahan untuk Persatuan, sehingga elektabilitas hancur lebur," kata Musni, Jumat (9/6/2023).

Ia menekankan, deklarasi memang penting untuk meraih kepercayaan publik. Tapi, ia mengingatkan, tidak memperhatikan momentum berdampak negatif, baik jika itu keputusan dibuat terlalu awal maupun terlalu terlambat.

Selain itu, Musni berpendapat, terlalu awal dalam mengumumkan dapat menjadikan cawapres itu menjadi bulan-bulanan. Sebab, mereka memiliki kesempatan mengulik cawapres dan segala kelemahan cawapres tersebut.

Bahkan, yang menyerang tidak cuma parpol pesaing dan pendukung pesaing. Masyarakat yang melihat calon yang diunggulkan ini belum ada pengalaman menduduki posisi yang sangat penting bisa membatalkan dukungan mereka.

"Jadi, ini tidak mudah, mendesak untuk mempercepat pengumuman bisa boomerang, bisa babak belur," ujar Musni.

Musni menyarankan pendukung-pendukung Anies bersikap seperti PKS karena semua caleg-caleg mereka sudah memasang poster bersama Anies. Sehingga, tidak ada kekhawatiran dan mereka tidak perlu terus menunggu deklarasi.

"Kita tidak ingin berpolemik siapa yang dicalonkan Pak Anies, apakah AHY atau Khofifah atau Aher atau siapapun, kita tidak terlibat di situ. Pokoknya, siapapun yang didukung Pak Anies kita dukung," kata Musni.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement