Selasa 06 Jun 2023 14:37 WIB

Megawati Sebut Ada Pihak Tutup Mata Atas Pembangunan Jalan Era Jokowi, Sindir Anies?

"Ya saya pikir itu orang itu kurang bijaksana," ujar Megawati.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (tengah) berbincang dengan Presiden Joko Widodo (kiri) dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (kanan) saat berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung 6-8 Juni 2023 itu mengangkat tema fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (tengah) berbincang dengan Presiden Joko Widodo (kiri) dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (kanan) saat berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung 6-8 Juni 2023 itu mengangkat tema fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode kepemimpinan sudah menghasilkan banyak keberhasilan. Karenanya, ia menyindir pihak yang seakan tutup mata terhadap keberhasilan tersebut.

"Dari Pak Jokowi (periode) satu sampai Pak Jokowi (periode) dua itu kan kelihatan sekali. Jadi kalau ada orang sepertinya menutup mata, mengatakan bahwa kerja Pak Jokowi itu membuat transportasi dalam pengertian jalan, itu ya saya pikir itu orang itu kurang bijaksana," ujar Megawati usai pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) III PDIP, Selasa (6/6/2023),

Baca Juga

Ia juga memuji langkah Jokowi yang sudah mempersiapkan puncak bonus demografi di Indonesia akan terjadi di 2034. Pada tahun tersebut, terdapat 60 tenaga kerja produktif untuk mendukung 100 penduduk, angka ketergantungan di bawah 50, dan memberikan kontribusi 0,22 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Presiden ke-5 Republik Indonesia itu mendukung penuh langkah Jokowi itu untuk memaksimalkan bonus demografi tersebut. Sebab dari sisi manusia, bonus tersebut harus didukung penuh pemerintah dengan membuka lapangan pekerjaan.

"Kita yang dari negara berkembang dapat lompat menuju negara maju, bisa sama dengan India, Tiongkok, Amerika, dan mungkin InsyaAllah kalau benar begitu kejadiannya kita menjadi nomor empat," ujar Megawati.

Indonesia untuk menjadi negara maju perlu didukung oleh semua elemen, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal itu tidak bisa dilakukan hanya oleh Jokowi, pemerintah, dan partai politik pendukungnya.

"Maukah kita bersama-sama menanggung beban itu, bukan sebagai beban, tapi sebagai perjuangan untuk bisa masuk ke era itu. 13 tahun itu bukan waktu yang panjang, itu pendek," ujar Megawati.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement