Ahad 21 May 2023 06:03 WIB

Siswa SD 10 Tahun di Sukabumi Meninggal Dikeroyok Tiga Kakak Kelasnya

Siswa SD berusia 10 tahun di Sukabumi meninggal karena dikeroyok kakak kelasnya.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Bilal Ramadhan
Praktik bullying oleh siswa di sekolah (ilustrasi). Siswa SD berusia 10 tahun di Sukabumi meninggal karena dikeroyok kakak kelasnya.
Foto: BULLY.CA
Praktik bullying oleh siswa di sekolah (ilustrasi). Siswa SD berusia 10 tahun di Sukabumi meninggal karena dikeroyok kakak kelasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang siswa di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi berinisial MHD (10 tahun) dikabarkan meninggal dunia, pada Sabtu (20/5/2023). Diduga anak tersebut meninggal dunia setelah dikeroyok tiga orang kakak kelasnya.

Hal ini terungkap dari penuturan kakek korban HY (52) kepada wartawan pada Sabtu. Korban yang masih duduk di kelas tiga SD ini meninggal dunia pada Sabtu pagi di sebuah rumah sakit di Sukabumi, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis.

Baca Juga

Dari penuturan kakek korban, cucunta tersebut telah dikeroyok oleh kakak kelasnya di sekolah pada Senin (15/5/2023) lalu. Di mana saat korban pulang ke rumah, ia mengeluhkan rasa sakit kepada orang tuanya

"Pada waktu itu saya minta agar tidak sekolah terlebih dahulu, sebelum sakit badannya sembuh total,'' kata HY. Namun, korban tetap memaksakan diri untuk pergi sekolah.

 

Nahasnya lanjut HY, ketika saat berada di sekolah cucunya kembali dikeroyok oleh kakak kelasnya pada Selasa (16/5/2023). Sehingga korban langsung mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Primaya Sukaraja.

Awalnya kata HY, anak tersebut tidak berani terus terang kepada dokter dan keluarga, bahwa dikeroyok oleh kakak kelasnya. Namun, hal itu disampaikan setelah dokter di rumah sakit berpura-pura meminta kepada pihak keluarga untuk keluar ruangan.

Sementara keluarga bersembunyi di balik tirai di ruangan periksa yang ada di rumah sakit tersebut. Pada saat itu barulah cucunya menyampaikan sudah dikeroyok oleh tiga orang kakak kelasnya di sekolah.

Karena hal itu, Rumah Sakit Primaya yang tidak menerima pasien akibat kekerasan, akhirnya cucunya tersebut dipindah ke Rumah Sakit Hermina Sukaraja. HY menerangkan, cucunya sempat mengalami kritis tiga hari di rumah sakit dan pada Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB dinyatakan meninggal. Di mana hasil visum menunjukkan MHD mengalami luka pecah pembuluh darah, dada retak, dan tulang punggung retak.

Kapolsek Sukaraja Kompol Dedi Suryadi kepada wartawan mengatakan, kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan siswa SD ini masih dalam penyelidikan. Hal ini disebabkan aparat kepolisian baru mendapatkan laporan dari warga dan langsung menemui keluarga korban.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement