Kamis 18 May 2023 18:29 WIB

Burhanuddin Sebut Mahfud MD Belum Mampu Dongkrak Suara Anies Baswedan

Cawapres menjadi krusial karena tak ada capres yang unggul secara telak.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus raharjo
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait elektabilitas capres-cawapres setelah deklarasi PDIP. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait elektabilitas capres-cawapres setelah deklarasi PDIP. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indikator Politik Indonesia menyebut Mahfud MD belum mampu mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan jika dipasangkan. Hal ini terlihat dari hasil simulasi memasangkan Anies Baswedan dan Mahfud MD.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan, pihaknya mencoba membuat simulasi pasangan capres-cawapres. Pasangan calon dalam simulasi ini, yakni Anies Baswedan-Mahfud MD, Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil, dan Prabowo Subianto-Erick Thohir.

Baca Juga

Hasilnya, Ganjar-Emil mendapat 36,3 persen dan Prabowo-Erick mendapat 35,4 persen. "Tapi, kalau Mas Anies sama Pak Mahfud MD suaranya 17,6 persen. Dalam simulasi tiga nama Mas Anies justru dapat 21, artinya belum cukup mampu mengangkat elektabilitas Mas Anies kalau beliau menggandeng Pak Mahfud," kata Burhanuddin, Kamis (18/5/2023).

Uniknya, kondisi serupa terjadi jika Anies dipasangkan Khofifah melawan Ganjar-Sandi dan Prabowo-Erick. Selain itu, terjadi pula ketika Anies coba dipasangkan dengan AHY melawan Ganjar-Emil dan Prabowo Khofifah.

Untuk kategori cawapres, Indikator menemukan elektabilitas tertinggi diraih Sandiaga Uno 24,5 persen. Di urutan kedua, muncul nama Ridwan Kamil 18,3, disusul Erick Thohir 15,3 persen, Mahfud 13,7 persen, AHY 7,3 persen, dan Khofifah 5,7 persen.

"Karena tidak ada satupun capres yang unggul secara telak untuk bisa menang satu putaran, cawapres menjadi krusial," ujar Burhanuddin.

Untuk capres sendiri, simulasi tiga nama Indikator menemukan Prabowo Subianto (34,8 persen) dan Ganjar Pranowo (34,4 persen) masih bersaing ketat. Sedangkan, elektabilitas Anies Baswedan hanya ada di angka 21,8 persen.

Meski begitu, ia menambahkan, survei dilakukan setelah deklarasi PDIP terhadap Ganjar Pranowo. Belum pula dilakukan setelah kejadian-kejadian lain seperti penangkapan Menteri Komunikasi dann Informatika (Menkominfo) Johnny Plate dan kesuksesan timnas meraih emas di SEA Games 2023.

Survei dilakukan Indikator melalui telepon kepada 1.200 responden periode 30 April-5 Mei 2023. Target populasi survei warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon seluler.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement