Selasa 16 May 2023 06:10 WIB

'Nggak Ada Angin Nggak Ada Hujan, Semua Santri Sidogiri Dituding Pengkhianat'

Islah Bahrawi curiga kelompok pendukung capres tertentu menunggangi kasusnya.

Rep: Erik PP/Fergi Nadira B/ Red: Erik Purnama Putra
Tenaga Ahli Pencegahan Terorisme Mabes Polri dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi.
Foto:

"Dalam akhlak dan etika santri, itu kan seorang santri harus menghormatinya guru-guru dan kiai-kianya, kan begitu. Kami sangat menyayangkan sekali statemen seperti itu. Kita tahu, Sigodori termasuk kata orang pesantren besar dan tua, jadi banyak ulama dan tokoh itu alumni Sidogiri. Tiba-tiba gak ada angin dan hujan, semua santri Sidogiri dituding pengkhianat," kata Gus Syamsul yang sudah melihat video ucapan Islah tersebut.

Adapun dalam klarifikasinya, Islah Bahrawi mengakui, video ceramahnya di Nganjuk, Jawa Timur, menjadi heboh di media sosial. Dia menegaskan tidak ada maksud menghina Ponpes Sidogiri, baik secara institusi maupun para santrinya.

"Saya tidak tahu ada apa, tapi yang jelas kemudian ini membuat heboh dari berbagai alumni dan juga aktivitas Pesantren Sidogiri. Padahal saya ini juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, di mana kiai saya itu adalah alumni Sidogiri," tuturnya.

Menurut Islah, narasi ceramah yang selalu dibawanya adalah untuk melawan politisasi agama dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta memajukan Islam melalui ilmu pengetahuan. Islah curiga, ada kelompok pendukung calon presiden (capres) tertentu menunggangi kasusnya.

Baca: Gus Syamsul Singgung Islah Bahrawi Soal Tudingan Santri Sidogiri Pengkhianat

"Saya nggak tahu kenapa kemudian itu seolah identik dengan suara dukungan terhadap capres tertentu, nah kemudian kelompok-kelompok yang mendukung capres tertentu ini juga di satu sisi menunggangi kasus ini di berbagai media," tutur Islah yang bekerja sebagai Tenaga Ahli Pencegahan Terorisme Mabes Polri.

Dia juga membuat klarifikasi bukanlah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL). Islah bahkan mengaku sangat menentang keberadaan JIL. "Lembaga saya, Jaringan Moderat Indonesia (JMI) yang terkadang orang salah interpretasi seolah ini JIL," katanya.

"Banyak sekali kemudian kepentingan-kepentingan di luar itu yang menunggangi kasus ini, dan itu yang saya sayangkan, tapi apapun saya merasa bersalah saya sudah meminta maaf mudah-mudahan saya dimaafkan," ujar Islah menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement