Senin 15 May 2023 21:51 WIB

Mental Pemenang, Fokus Erick Thohir yang Dipuji Presiden Jokowi

Jokowi memuji kehebatan Timnas untuk jadi pemenang.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Erdy Nasrul
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyaksikan secara langsung pertandingan babak semifinal Timnas Indonesia U-22 melawan Vietnam di National Olympic Stadium Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (13/5/2023). Pada pertandingan itu, timnas Indonesia berhasil menundukkan Vietnam dengan dengan skor 3-2.
Foto: Dok Republika
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyaksikan secara langsung pertandingan babak semifinal Timnas Indonesia U-22 melawan Vietnam di National Olympic Stadium Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (13/5/2023). Pada pertandingan itu, timnas Indonesia berhasil menundukkan Vietnam dengan dengan skor 3-2.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Kemenangan dramatis tim nasional (Timnas) Indonesia U-22 atas Vietnam dengan skor 3-2 di semifinal SEA Games 2023 diyakini berkat gemblengan mental. 

Bagaimana tidak, kemenangan itu diraih meski Indonesia bermain dengan 10 pemain setelah Pratama Arhan harus keluar arena di menit ke-60 lantaran mendapat dua kartu kuning. 

Baca Juga

Tak hanya itu, Indonesia juga melakukan gol bunuh diri yang membuat Vietnam menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya 10 menit menjelang pertandingan usai. 

Dengan 10 pemain, praktis tim Indonesia berada dalam tekanan Vietnam dalam 30 menit terakhir. 

Dalam kondisi seperti itu, pemain Indonesia menunjukkan mental pantang menyerah. Terbukti, lewat sebuah serangan balik, Muhammad Taufany mampu membobol gawang Vietnam di injury time dan menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Vietnam yang merupakan peraih medali emas sepakbola dalam dua SEA Games sebelumnya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemain Indonesia punya mental pemenang.  "Bolanya bisa masuk ke final. Nah, meskipun hanya bermain dengan 10 pemain tapi masih bisa menggolkan. Itu mental pemenang di situ," kata Presiden Jokowi, Ahad (15/5/2023). 

Mental pemain memang menjadi fokus perhatian Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ketika Timnas Indonesia U-22 kalah 0-1 dalam laga uji coba melawan Libanon pertengahan April lalu, Erick menekankan bahwa para pemain masih harus mengasah mentalnya. Sebab, menurut Erick, secara skill, pemain Indonesia masih di atas Libanon. 

"Fisik bukan alasan, kalau ada mental, kalian siap lari," kata Erick kepada para pemain saat itu. 

Erick pun meminta pemain memberikan yang terbaik di lapangan, jangan terpaku pada hasil. 

Erick sendiri meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk mendampingi pemain ke Kamboja di semifinal. Hal itu tak lain sebagai bagian dari menjaga semangat dan mental pemain. 

Sebelum pertandingan, Erick menyempatkan diri memotivasi mental para pemain dengan berbicara dari hati ke hati secara langsung. 

"Hari ini saya datang tidak mau kasih pressure (tekanan). Saya datang sebagai keluarga. Mainnya jangan terpaksa, kalian harus senang main bolanya, seperti kalian main waktu kecil. Itu yang membawa aura baru. Itu yang membawa mental," begitu antara lain wejangan Erick kepada para pemain sebelum pertandingan. 

Maka ketika Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam dengan 10 pemain, Erick terlihat turut bersorak sorai di tribun penonton. Ada rasa haru di raut wajahnya. 

"Sebuah pertandingan itu memang ujung-ujungnya ya mental. Tadi yang saya terharu, dengan  10 pemain, lalu kita kebobolan oleh diri kita sendiri, dan kalau perpanjangan waktu kita habis. Tetapi para pemain masih punya motivasi, masih mau counter attack dan mencetak gol," kata Erick usai pertandingan.

"Gak usaha ditanya mental lagi, udah kelihatan mentalnya. Itulah kita. Bangsa kita harus punya mental begitu. Apapun yang terjadi mesti fight, fight, fight," tambahnya. 

Selain faktor mental yang luar biasa, Erick juga berterima kasih kepada Allah yang membersamai perjuangan Timnas Indonesia,juga doa masyarakat Indonesia penggemar sepakbola. 

Mental pemenang para pemain Indonesia akan kembali diuji dalam pertandingan final melawan Thailand pada Selasa (16/5/2023) malam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement