Kamis 11 May 2023 10:24 WIB

Indonesia Dukung Program Dekarbonisasi pada Pertemuan ke-44 ASEAN MTWG di Vietnam

Strategi dekarbonisasi akan memberikan manfaat kembali kepada anggota IMO. 

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan, Capt Antoni Arif Priadi ikut terlibat dalam pembahasan agenda penting yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Indonesia, antara lain terkait dengan dekarbonisasi dan lingkungan maritim.
Foto: Istimewa
Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan, Capt Antoni Arif Priadi ikut terlibat dalam pembahasan agenda penting yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Indonesia, antara lain terkait dengan dekarbonisasi dan lingkungan maritim.

REPUBLIKA.CO.ID, DA NANG -- Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ambil bagian dalam Pertemuan ke-44 ASEAN Maritime Transport Working Group (MTWG) yang digelar di Da Nang, Vietnam, pada 9-11 Mei 2023. Pertemuan ke-44 ASEAN MTWG ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Kitack Lim dan seluruh anggota ASEAN.

Bertindak selaku Chairman adalah Mr Hoang Hong Giang dari Vietnam dan Vice Chairman dipegang oleh Mr Mohd Bahreen Dato Haji Hamzah dari Brunei Darussalam. 

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan, Capt Antoni Arif Priadi ikut terlibat dalam pembahasan agenda penting yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Indonesia, antara lain terkait dengan dekarbonisasi dan lingkungan maritim. 

Pada kesempatan tersebut, sekjen IMO minta agar Indonesia dapat meningkatkan peran aktifnya dalam Shipping Decarbonisation Program yang akan ditetapkan dalam siding IMO – MEPC pada Juli 2023.  

Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia memiliki pandangan yang sama dengan IMO terhadap dekarbonisasi. Indonesia juga berharap bahwa strategi dekarbonisasi akan memberikan manfaat kembali kepada anggota IMO dalam bentuk lain untuk mendukung atau mengisi kesenjangan antara negara anggota yang berkembang dan maju. 

Antoni mengatakan, strategi tersebut harus mempertimbangkan keragaman negara anggota seperti negara kepulauan, selat tersibuk, serta hal lain yang dicerminkan oleh besarnya arus lalu lintas laut di wilayah tersebut. 

“Indonesia memandang IMO memainkan peran yang penting dalam mengoordinasikan kerja sama maritim antarnegara anggotanya. Untuk itu, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sekjen IMO atas kerja keras dan dedikasinya bagi perbaikan sektor maritim global serta kontribusinya dalam meningkatkan kerjasama di bawah kerangka IMO, khususnya di bidang lingkungan dan iklim maritim,” kata Antoni dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (11/5/2023).

Pada pertemuan tersebut disampaikan juga hasil Pertemuan 54th ASEAN Senior Transport Officials Meeting, yang dilaksanakan pada 14-15 Oktober 2022 dan 28th ASEAN Transport Minister Meeting pada 16 Oktober 2022 di mana Indonesia menjadi Tuan Rumah dan Menteri Perhubungan bertindak sebagai Chairman Pertemuan 28th ASEAN Transport Minister Meeting tersebut.

Pada pertemuan ke-44 ASEAN MTWG ini, negara-negara ASEAN diminta untuk menyampaikan informasi terbaru tentang mekanisme koordinasi nasional antara infrastruktur di pelabuhan dan jalan untuk akses yang lebih baik ke pelabuhan.

“Terkait hal ini, Indonesia menyampaikan Daftar Proyek Strategis Nasional Tahun 2022 di bidang transportasi laut, di antaranya pengembagan Pelabuhan Patimban, New Makassar Port, dan Benoa untuk mendukung Bali Maritime Tourism Hub,” kata Antoni menjelaskan.

Kemudian pembahasan terkait dengan rute lintas penyeberangan Bitung-Davao/Gensan, di mana Indonesia dan Filipina menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan rute ini.

“Terkait persiapan operasionalisasi RoRo Dumai-Melaka, saat ini pekerjaan peningkatan di Pelabuhan Dumai sedang berlangsung untuk memastikan fasilitas pelabuhan akan memenuhi standar internasional,” kata Capt. Antoni.

Selain itu, Delegasi Indonesia juga menyampaikan presentasi tentang Inaportnet serta menyampaikan usulan dan kemajuan kerjasama di bidang transportasi, termasuk kerjasama peningkatan capacity building yang telah dilakukan IMO, Jepang, Cina, dan Korea Selatan yang juga hadir pada pertemuan tersebut.

"Melalui ASEAN MTWG, negara-negara Anggota ASEAN akan menjalin kerja sama dengan mitra dialog seperti Cina, Jepang, dan Republik Korea, serta mitra internasional seperti Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengenai kepentingan bersama untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam sektor transportasi laut," ujarnya.

Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia perwakilan dari Direktorat Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, Atase Perhubungan Kuala Lumpur Capt. Supendi dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, yakni Kasubdit Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Eko Sudarmanto, Kasubdit Perambuan dan Perbengkelan Direktorat Kenavigasian Yudhonur Setyaji serta Sekretaris Jenderal INSA Budi Halim.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement