Senin 08 May 2023 18:04 WIB

Dampak Pekerjaan MRT, Lalin Jalan MH Thamrin Direkayasa

Lalu lintas Jalan MH Thamrin direkayasa dampak dari proyek pekerjaan MRT.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Pekerja saat beraktivitas di area pembangunan Stasiun MRT di kawasan Monas, Jakarta. Lalu lintas Jalan MH Thamrin direkayasa dampak dari proyek pekerjaan MRT.
Foto: Republika
Pekerja saat beraktivitas di area pembangunan Stasiun MRT di kawasan Monas, Jakarta. Lalu lintas Jalan MH Thamrin direkayasa dampak dari proyek pekerjaan MRT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Hal itu lantaran adanya pembongkaran tunnel boring machine (TBM) dalam pengerjaan jalur MRT Fase 2 rute Thamrin-Monas.

"Sehubungan dengan pembongkaran TBM dan power blender pekerjaan MRT Fase 2 segmen CP-201, Dishub Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalin yakni lokasi berada di Jalan MH. Thamrin, sisi barat seberang Gedung Sinarmas," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan resminya, Senin (8/5/2023).

Baca Juga

Syafrin menjelaskan, untuk menunjang pekerjaan tersebut dilakukan rekayasa lalin sesuai dengan tahapan pekerjaan jalur MRT yang dibagi menjadi dua. Meliputi pengerjaan pengangkatan TBM di Jalan MH Thamrin dan pekerjaan power blender di Jalan Museum.

"Pekerjaan pengangkatan TBM di Jalan MH. Thamrin waktu pekerjaan tanggal 15, 19, dan 23 Mei 2023 pukul 22.00-04.00. Selama pekerjaan akan terjadi pengurangan atau penyempitan badan jalan satu lajur. Rute atau mobilisasi pengangkatan TBM menuju kawasan Monas (silang barat daya Monas) dan selatan ke utara," jelas dia.

Sementara itu, pekerjaan power blender di Jalan Museum waktu pekerjaan pada 29 Mei sampai 30 Mei 2023 pukul 22.00-04.00 WIB. Nantinya, pejalan kaki terdampak rekayasa lalin tersebut.

"Pekerjaan akan mengokupansi pedestrian di Jalan Medan Merdeka Barat dan area pekerjaan eksisting menjadi 1,5 meter sehingga pejalan kaki dikanalisasi Jalan Medan Merdeka Barat sepanjang area pekerjaan. Sedangkan pada pagi hari pedestrian dapat dilintasi pejalan kaki kembali selebar 1,5 meter," tutur dia.

Syafrin menyebut, Shimizu-Adhi Karta Joint Venture selaku pelaksana pekerjaan konstruksi MRT Fase 2 CP-201 bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan di lokasi pekerjaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement