REPUBLIKA.CO.ID, JEMBRANA, – PDAM Tirta Amertha Jati di Kabupaten Jembrana, Bali, menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pelabuhan ikan internasional yang akan dibangun di daerah tersebut. Gede Puriawan, Direktur PDAM Tirta Amertha Jati, menyatakan pada Senin bahwa investasi yang besar menjadi alasan utama menggandeng swasta dalam proyek ini.
Pembahasan serius tengah dilakukan dengan salah satu perusahaan swasta untuk merealisasikan pengadaan air bersih tersebut. Dalam kesepakatan awal, PDAM akan berinvestasi dalam pembelian lahan, sementara pihak swasta akan bertanggung jawab atas pembangunan gedung dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pengolahan air bersih yang akan didistribusikan ke pelabuhan ikan internasional ini berlokasi di Dusun Kumbading, dengan memanfaatkan aliran Sungai Ijogading sebagai bahan baku. Lokasi ini dipilih karena aliran sungainya yang jauh dari hulu, memungkinkan penggunaan air yang lebih leluasa tanpa melanggar aturan neraca air.
Dari koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, diketahui bahwa pelabuhan ini membutuhkan debit air hingga 110 liter per detik. Namun, PDAM berencana meningkatkan debit menjadi 150 liter per detik sesuai arahan Bupati untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan pelanggan.
Proyek ini akan melibatkan BPKP dan Kejaksaan guna memastikan pelaksanaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.