Senin 08 May 2023 05:09 WIB

Nasdem Doakan Para Pemimpin Bawaslu Segera Bertobat dan Kembali Netral

Nasdem menilai Bawaslu keras ke Anies tapi lembek ke Ganjar.

Rep: Febryan A/ Red: Andri Saubani
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) didampingi istri Siti Atikoh Supriyanti (keempat kanan) menyapa warga saat berolahraga di Alun-alun Jember, Jawa Timur, Ahad (7/5/2023). Bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan itu mengunjungi Jember sambil berolahraga dan menyapa warga.
Foto: ANTARA FOTO/Seno
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) didampingi istri Siti Atikoh Supriyanti (keempat kanan) menyapa warga saat berolahraga di Alun-alun Jember, Jawa Timur, Ahad (7/5/2023). Bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan itu mengunjungi Jember sambil berolahraga dan menyapa warga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Nasdem, Effendi Choiri alias Gus Choi mengatakan, pihaknya akan mendoakan para pemimpin Bawaslu RIagar segara sadar, tobat, dan kembali netral. Pernyataannya ini dalam konteks sikap Bawaslu RI terhadap safari politik bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan bakal capres PDIP, Ganjar Pranowo.

"(Sikap terbaru Bawaslu) mengonfirmasi persepsi kita bahwa Bawaslu tidak netral. Bawaslu keras ke Anies, lembek ke Ganjar," kata Gus Choi kepada Republika, Ahad (7/5/2023). 

Baca Juga

Bawaslu RI baru saja menyatakan sikap terkait kegiatan safari politik Ganjar ke sejumlah kota di Jawa Timur pada akhir pekan ini. Bawaslu RI tak mempersoalkan kegiatan tersebut, sepanjang tidak ada ajakan memilih dan unsur pelanggaran pemilu lainnya. 

Sikap terbaru Bawaslu ini kontras dengan sikapnya terhadap Anies yang disampaikan pada akhir 2022 lalu. Bawaslu ketika itu menyebut kegiatan safari politik Anies ke sejumlah provinsi tidak etis karena masuk kategori kampanye terselubung dan "terkesan mencuri start" kampanye. Untuk diketahui, masa kampanye Pemilu 2024 baru akan dimulai pada akhir tahun 2023. 

Gus Choi menuding Bawaslu bersikap tidak netral karena lembaga itu bekerja atas pesanan kelompok tertentu yang hendak menjegal Anies. Dia tak menjelaskan lebih lanjut siapa kelompok itu.

"Ada muatan politik dari kelompok tertentu. Mereka atas dasar itu (bekerja), bukan atas UU," ujarnya. 

Dia menyebut, ketidaknetralan Bawaslu ini hanya satu dari sekian banyak bentuk gangguan dari kelompok tertentu untuk menjegal Anies, sosok capres yang ingin membawa perubahan. "Jalan perubahan banyak gangguan dan rintangan, tapi kita sadar menuju yang lebih baik membutuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat, kasabaran yang tebal dan tak lupa doa yang khusyuk," ujarnya. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement