Ahad 30 Apr 2023 21:55 WIB

Jasa Marga: 465.000 Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta

Jasa Marga prediksi puncak arus balik masih terjadi hingga besok, Senin (1/5/2023).

Kepadatan arus balik menuju jalur utara arah Subang di Jalan Tangkuban parahu, Kabupaten Bandung Barat.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kepadatan arus balik menuju jalur utara arah Subang di Jalan Tangkuban parahu, Kabupaten Bandung Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- PT Jasa Marga mencatat sekitar 465 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta atau sekitar 22,65 persen dari total kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama periode Idul Fitri 1444 Hijriah atau Lebaran 2023. "Masih ada 22,65 persen atau sekitar 465 ribu kendaraan yang belum balik ke Jakarta," kata Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga Lisye Octaviana di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Ahad (30/4/2023).

Lisye mengatakan, pemerintah memprediksi puncak arus balik milir (balik) gelombang kedua akan terjadi pada Ahad (30/4/2023) dan Senin (1/5/2023). Menurut dia, volume kendaraan yang masuk ke Jakarta selama gelombang kedua tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan puncak arus milir gelombang pertama pada 24-25 April 2023. Meskipun demikian, kata Lisye, Jasa Marga bersama para pihak terkait akan terus memantau perkembangan situasi arus balik sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan drastis pemilir yang masuk ke Jakarta.

Baca Juga

"Jadi memang kami prediksi hari ini akan menjadi puncak kedua, namun prediksinya masih rendah dibandingkan puncak pertama di H+2 kemarin. Jadi akan terus kita pantau," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemilir yang masuk Jakarta, kataLisye, PT Jasa Marga telah melakukan sesuai dengan kewenangannya, sedangkan terkait rekayasa arus lalu lintas akan dilaksanakan sesuai dengan diskresi pihak kepolisian.

"Antisipasi memang kami sudah lakukan sebelumnya pada arus mudik kemarin dan sudah kita persiapkan di arus balik Lebaran tahun ini, ada berbagai kapasitas yang kami tambahkan, mulai dari pelebaran lajur hingga optimalisasi gardu, khususnya di gerbang tol padat seperti GerbangCikatama," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement