Selasa 25 Apr 2023 13:05 WIB

Petugas Selamatkan Wisatawan Asal Bogor Nyaris Tenggelam di Pantai Karanghawu Sukabumi

Korban jatuh saat sedang selfie di atas karang.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ani Nursalikah
Pantai Karanghawu
Foto: jabarprov
Pantai Karanghawu

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang wisatawan Tata (28 tahun) hampir saja kehilangan nyawa akibat terbawa arus gelombang Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa pagi (25/4/2023). Korban berhasil diselamatkan petugas dan diberi penanganan medis di pos pengamanan.

 

Baca Juga

"Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan petugas yang ada di lokasi," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede melalui Perwira pengendali pengamanan kawasan wisata pantai Karanghawu AKP Roni Haryanto, Selasa.

Wisatawan yang diketahui berasal dari Desa Cibodas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor itu sedang berfoto selfie di atas karang yang berada di Pantai Karanghawu.

 

Namun, tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke laut kemudian terbawa arus. Selanjutnya, ia bersama anggota dan masyarakat berusaha menyelamatkan korban dengan membuat alat yang terbuat dari bambu dan tambang.

 

Kemudian, alat itu dilemparkan ke korban yang sudah terombang-ambing di laut, tetapi masih dekat karang lokasi dimana korban jatuh. Alhamdulillah, tambang yang disodorkan petugas dapat diraih oleh korban dan korban bisa ditarik ke pantai.

 

Setelah di darat, korban dievakuasi oleh polisi ke Pos Pengamanan Karanghawu untuk mendapat penanganan medis. Ke depan, petugas berharap para wisatawan lebih berhati-hati ketika berada atau bermain di pantai agar hal serupa tidak terulang kembali.

 

Sebelumnya, Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede bersama Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar dengan menumpang perahu kapal patroli milik Sat Polairud Polres Sukabumi, melaksanakan patroli dan pemantauan kegiatan para wisatawan dari tengah laut.

 

Menurutnya, hasil pemantauan di beberapa pesisir pantai seperti pantai Citepus, Istikomah dan Pantai Karanghawu menunjukan kepadatan wisatawan yang beraktivitas di tepi pantai.

"Saya berusaha mengingatkan para wisatawan tidak berenang ke tengah menggunakan pengeras suara dari atas kapal," kata Maruly.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement