Sabtu 22 Apr 2023 00:37 WIB

Jubir: Pandemi belum usai, vaksinasi tetap penting

Vaksinasi Covid dosis lengkap akan melindungi masyarakat secara optimal.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro
Foto: BNPB Indonesia
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengingatkan masyarakat bahwa status pandemi di Indonesia belum berakhir. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi hal penting untuk segera dipenuhi.

"Sebenarnya status pandemi kita juga belum dicabut. Tapi Alhamdulillah memang di Indonesia ini dalam kondisi yang terkontrol Covid-19," kata Reisa Broto Asmoro di Jakarta, Jumat (22/4).

Baca Juga

Reisa mengatakan masyarakat perlu menciptakan rasa aman dan nyaman saat berangkat mudik ke kampung halaman dan ketika kembali ke perantauan. Salah satu caranya melindungi diri dengan vaksin dosis lengkap dan booster.

"Vaksinasi akan meningkatkan antibodi, juga bermanfaat untuk melindungi diri dari penyakit lainnya, seperti influenza atau tuberkulosis dan penyakit menular lainnya," ujar Reisa.

 

Ketika berada di ruang publik yang dipenuhi banyak orang seperti saat mudik, kata Reisa, antibodi yang kuat sangat diperlukan. Ia mengatakan antibodi yang dibentuk oleh vaksin dapat mencegah gejala berat saat terinfeksi. Ketika antibodi turun, virus akan lebih cepat menular.

"Vaksin itu untuk membentuk pertahanan yang optimal. Butuh waktu satu sampai dua pekan setelah penyuntikan," ucapnya.

Reisa mengimbau masyarakat untuk menyegerakan diri mengakses pelayanan vaksinasi sebelum bertemu keluarga. "Apalagi kalau termasuk kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, atau orang-orang yang punya imundefisiensi," ujarnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut kasus Covid-19 kembali naik belakangan ini. Ia merespons kondisi itu dengan memberikan tiga arahan. Pertama, tentang pentingnya masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap sampai booster

"Jangan merasa aman kemudian tidak melengkapi vaksinasi yang sudah dianjurkan oleh pemerintah," ujarnya.

Kedua, ia meminta orang yang terkena influenza atau demam agar disiplin memakai masker. Masker juga perlu digunakan bagi warga yang memiliki penyakit bawaan dan warga yang akan bertemu lansia. Ketiga, Presiden Jokowi meminta masyarakat kembali disiplin mencuci tangan setelah beraktivitas.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement