Jumat 14 Apr 2023 00:22 WIB

Heru Budi Minta Disdik Keliling Sekolah Cegah Bullying

Pj Gubernur DKI Heru Budi meminta Disdik keliling sekolah untuk mencegah bullying.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
bullying - ilustrasi. Pj Gubernur DKI Heru Budi meminta Disdik keliling sekolah untuk mencegah bullying.
bullying - ilustrasi. Pj Gubernur DKI Heru Budi meminta Disdik keliling sekolah untuk mencegah bullying.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengujungi sekolah-sekolah di DKI Jakarta dan memberi tahu ke kepala sekolah agar tidak ada tindakan bullying di sekolah tersebut.

"Ya saya minta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk turun ke sekolah-sekolah agar memastikan tidak ada tindakan bullying kepada anak-anak didik kita semua itu harus dipastikan," kata Heru kepada wartawan di Gedung Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan pada Kamis (13/4/2024).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan jika ada tindakan bullying, itu adalah tanggung jawab penuh kepala sekolah. Maka dari itu, ia ingin kepala sekolah mengawasi para murid-murid di sekolah.

"Itu yang tadi salah satu yang saya minta," kata dia.

Selain itu, ia minta pendidikan di DKI Jakarta tetap terjaga dan berkualitas. Ia ingin Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk lebih banyak turun ke sekolah-sekolah.

"Saya minta kepada kepala sekolah, pengawas sekolah bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) itu tepat sasaran. Sehingga bisa membantu masyarakat yang memang membutuhkan," kata dia.

Lalu, terkait banyaknya rotasi dan mutasi kepala sekolah. Ia menjelaskan mutasi itu merupakan hal yang biasa. "Mutasi kepala sekolah, Kasudin dan kepala seksi itu adalah hal yang biasa bahwa rotasi di DKI itu ya hanya di Jakarta saja," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan para siswa dan siswi di semua sekolah DKI Jakarta harus meningkatkan budaya literasi.

"Para siswa dapat menggunakan waktu luang dengan membaca banyak buku, berorganisasi di sekolah dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan budaya literasi seperti membaca, prestasi akan meningkat," kata Heru Selasa (21/2/2023).

Ia menjelaskan akses untuk menambah ilmu itu sudah mudah. Misalnya, dalam sehari, satu jam saja belajar ilmu-ilmu yang di luar dari yang diajarkan oleh guru-guru.

"Saya minta juga siswa dan siswi terus menjaga tata krama, menjaga aturan sekolah, hormati guru dan tenggang rasa harus ada di tiap hati kita," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement