Jumat 07 Apr 2023 09:40 WIB

Capaian Retribusi Pariwisata Jakarta Jauh dari Target

Retribusi pariwisata di Jakarta diharapkan bisa digenjot tahun ini.

Rep: Eva Rianti/ Red: Nora Azizah
Warga mengunjungi kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga mengunjungi kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka capaian retribusi di bidang pariwisata di DKI Jakarta pada 2022 tercatat jauh dari target. Komisi C DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) serta Dinas Kebudayaan untuk dapat menggenjot angka pendapatan retribusi sektor pariwisata pada tahun ini.

Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, capaian pendapatan retribusi pada 2022 mencapai Rp2,9 miliar atau terealisasi hanya 20,99 persen dari target sebanyak Rp14,1 miliar. Menurutnya hal itu terjadi lantaran pada tahun lalu, sejumlah tempat wisata, terutama Monumen Nasional (Monas) yang memiliki kontribusi besar pada retribusi, sempat tutup hingga bulan Juni.

Baca Juga

"Karena wisata kawasan Monas ditutup berdasarkan Seruan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penyebaran Covid-19 bagi masyarakat. Penutupan dilaksanakan mulai 20 Maret 2019 sampai 15 Juni 2022," kata Andhika dalam keterangannya, baru-baru ini.

Dia menuturkan, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak pendapatan retribusi pada 2023. Diantaranya dengan mengusulkan pemberlakuan kembali kunjungan Monas pada malam hari khusus pada hari Sabtu dan Minggu sampai pukul 22.00 WIB serta mengusulkan penyesuaian tarif.

 

Sementara itu, Kepapa Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengakui rendahnya pendapatan retribusi yang disetorkan pada tahun lalu dengan alasan masih dalam masa transisi pandemi. Sehingga sebagian besar kegiatan yang ada di aset dinasnya memang tidka banyak didatangi para pengunjung.

"Retribusi jasa usaha di Dinas Kebudayaan targetnya Rp8,2 miliar, hanya terealisasi Rp3,7 miliar atau 44,84 persen. Transisi pandemi jelas membuat kami agak kesulitan untuk mengejar target. Kami juga pada 2022 mengadakan revitalisasi pada gedung-gedung pertunjukan karena tidak ada pengunjung," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas mengatakan bahwa masalah terdampak pandemi Covid-19 sudah tidak relevan dijadikan alasan bagi kedua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut.

Dia mendorong Dinas Parekraf dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk melakukan terobosan guna menarik minat wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Diharapkan upaya-upaya terobosan bisa meningkatkan pendapatan retribusi pada 2023, terutama pada tempat-tempat wisata yang baru direvitalisasi, diantaranya Taman Ismail Marzuki (TIM).

"TIM itu strategis di pusat, apalagi sudah direnovasi, jadi wisatawan asing bisa mengenal budaya lewat merchandise, souvenir, dan makanan Betawi. Bisa juga maskot Monas, di bawahnya bikin kerajinan dan pusat oleh-oleh seperti di Bali," kata dia.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Rasyidi juga menekankan perlunya optimalisasi dalam pemanfaatan tempat-tempat wisata yang telah direvitalisasi. Hal itu diyakini bisa menjadi sumber pendapatan retribusi yang lebih besar.

"TIM sudah dibangun baik, seyogyanya setelah direvitalisasi juga harus dapat keuntungan secara moril ataupun materil. Jangan kita membuat sesuatu tidak ada manfaatnya," tutur Rasyidi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement