Selasa 04 Apr 2023 17:03 WIB

Upaya LPKR Investasi Penghijauan di Kota Mandiri

Pohon-pohon juga menyaring karbon di udara untuk kurangi emisi gas rumah kaca.

Kawasan Tanjung Bunga, Makassar. (ilustrasi)
Foto: .
Kawasan Tanjung Bunga, Makassar. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen berinvestasi ruang hijau di sejumlah pengembangan kota mandiri. Kota mandiri merupakan kawasan yang memiliki sistem permukiman, perkantoran, pusat bisnis hingga fasilitas bisnis yang terintegrasi. 

Sesuai dengan namanya, wilayah perkotaan ini cenderung memiliki pertumbuhan ekonominya sendiri. Berkaitan dengan komitmen investasi ruang hijau ini, Group CEO LPKR John Riady menyampaikan perseroan telah menanam lebih dari 165 ribu pohon di Lippo Village, Lippo Cikarang, dan Tanjung Bunga, yang sebagian besar ditanami oleh penduduk lokal dan komunitas masyarakat. 

Selain menciptakan lingkungan yang asri, pohon-pohon itu juga berfungsi sebagai penyaring karbon di udara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). "Perkembangan pesat bisnis kami di bidang layanan kesehatan, mal dan perhotelan tidak mengurangi komitmen kami untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang asri, berkelanjutan dan berkembang untuk dinikmati oleh semua kalangan," kata John. 

Beberapa kota mandiri LPKR yang telah berkembang pesat adalah Lippo Village, Lippo Cikarang, dan Tanjung Bunga, Makassar. John menegaskan LPKR berkomitmen melakukan investasi untuk peremajaan dan perawatan penghijauan di ruang umum, terutama dengan menanam pohon dan membudidayakan tanaman lokal. 

 

Sebagai contoh, pada tahun 2019 hingga 2021, platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia berdasarkan pendapatan ini telah menghabiskan lebih dari Rp 1 miliar untuk meremajakan ruang hijau yang pasif atau terlantar di Lippo Village. Hasilnya berupa tambahan 32 ribu meter persegi ruang hijau terbuka untuk dinikmati penghuni dan masyarakat umum.  

Di samping itu, upaya penanaman pohon dan penempatan area terbuka hijau di tempat yang strategis juga membantu mengurangi panas di lingkungan perkotaan. Contohnya, rata-rata temperatur harian di Lippo Village adalah 28 derajat celcius, tiga derajat lebih rendah daripada rata-rata temperatur harian di Jakarta yaitu 31 derajat celcius.

John juga mengatakan sejak awal pendiriannya, perseroan memiliki visi memberikan dampak kehidupan melalui pengembangan kota-kota mandiri yang terencana. Kota mandiri yang berkelanjutan dalam lingkungan hijau serta infrastruktur fisik dan sosial kelas satu. 

"Ke depannya, kami berkomitmen untuk lebih mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi dan operasi bisnis, dengan membangun momentum yang baik dari upaya keberlanjutan perusahaan," ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement