Selasa 04 Apr 2023 07:01 WIB

Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik di Tol Japek pada 19 April 2023

Diprediksi lalu lintas puncak mudik, sebesar 138 ribu kendaraan melintasi Tol Japek.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Erik Purnama Putra
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022).
Foto: Prayogi/Republika.
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau tanggal 19 April 2023. Coorporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana mengatakan, pada mudik tahun ini, diperkirakan ada kenaikan jumlah kendaraan masuk ke Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 66.

"Prediksi lalu lintas puncak mudik pada tanggal 19 April 2023 (H-3), sebesar 138 ribu kendaraan di KM 66 Japek atau naik dua persen dari tahun 2022 sebanyak 135 ribu atau naik 154 persen dari normal 2022 atau sebesar 54 ribu," kata Lisye saat paparan kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2023 di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Kantor PT Jakarta Lingkar Luar Jakarta, Jati Asih, Kota Bekasi, Senin (3/4/2023).

Sementara, prediksi lalu lintas puncak arus balik terjadi pada H+2 atau tanggal 25 April 2023. Menurut Lisye, diperkirakan ada 178 ribu kendaraan melintas di KM 66 Tol Japek. "Ada kenaikan lima persen dari puncak arus balik tahun 2022 sebesar 170 ribu atau naik 237 persen dari normal 2022 atau 53 ribu kendaraan," katanya.

Lisye memastikan, secara teknis Jasa Marga telah menyiapkan beberapa hal untuk bisa antisipasi lonjakan volume lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran. Di antaranya, penambahan petugas dan armada yang disiapsiagakan untuk bisa membantu kelancaran lalu lintas.

 

"Ada penambahan petugas di gardu tol juga untuk mempelancar transaksi dan ada penambahan unit kendaraan yang dipakai untuk nanti bisa memperlancar apabila ada gangguan selama arus mudik lebaran," katanya.

Jasa Marga juga menambah kekuatan petugas untuk siaga di rest area dan rambu jalan. Para petugas itu disiagakan, mengingat para pemudik waspada selama beristirahat di rest area dan saat memulai perjalanan kembali.

"Di rest area juga kita lakukan penambahan petugas di rambu-rambu untuk bisa nanti kita siapkan apabila ada lonjakan, perubahan arus kendaraan, supaya pengguna jalan tol yang ingin menggunakan rest area bisa lebih waspada," kata Lisye.

Dia menuturkan, bagi pengguna jalan tol nanti juga ada beberapa penyesuaian arus kendaraan. Bagi pengendara yang ingin masuk ke rest area wajib mematuhi rambu yang terpasang. Rambu tersebut juga berfungsi menyampaikan informasi jumlah kendaraan yang masuk rest area. "Jadi yang ingin menggunakan rest area tolong patuhi rambunya," ucap Lisye.

Dia memastikan, Jasa Marga sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak dari pemerintah, seperti Kemenhub, Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, dan kepolisian. Koordinasi itu dilakukan untuk melakukan rencana rekayasa lalu lintas.

"Rekayasa lalu lintas ini diperlukan sesuai dengan prediksi yang sudah disiapkan terkait titik dan waktunya rekayasa lalu lintas," kata Lisye.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement