Senin 27 Mar 2023 12:57 WIB

Kata Pengamat Soal Elektabilitas Erick Thohir Menguat di Simulasi Cawapres

Tren dukungan publik kepada Erick Thohir menguat beberapa waktu terakhir

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda
Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai menguatnya nama Erick Thohir dalam bursa calon wakil presiden di sejumlah survei menjadi celah bagi partai koalisi mulai menimbang Menteri BUMN tersebut. (ilustrasi).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai menguatnya nama Erick Thohir dalam bursa calon wakil presiden di sejumlah survei menjadi celah bagi partai koalisi mulai menimbang Menteri BUMN tersebut. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai menguatnya nama Erick Thohir dalam bursa calon wakil presiden di sejumlah survei menjadi celah bagi partai koalisi mulai menimbang Menteri BUMN tersebut. Dedi yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini mengatakan, banyak faktor yang membuat elektabilitas Erick terus menguat.

"Untuk Cawapres, Erick Thohir memang dalam situasi yang baik, dalam catatan IPO juga demikian, dan ini menjadi celah bagi partai koalisi untuk mulai menimbang Erick Thohir," ujar Dedi kepada Republika, Senin (27/3/2023).

Baca Juga

Dedi mengatakan, tren dukungan publik kepada Erick Thohir menguat beberapa waktu terakhir karena sisi ketokohan hingga keaktifan Erick di kancah nasional. Erick yang baru-baru ini terpilih sebagai Ketua Umum PSSI ini dikenal sebagai profesional, namun terlibat aktif di berbagai kegiatan.

"Selain latar profesional, ia juga sering terlibat dalam aktifitas PBNU, di mulai dari Banser hingga panitia resepsi satu abad NU, ini juga berpeluang mendongkrak elektabilitas juga popularitasnya," kata Dedi.

Dia melanjutkan, jika dibandingkan nama lain, yang paling mendekat menyaingi Erick adalah Sandiaga Uno. Ini karena memiliki latar yang sama dengan Erick. "Paling dekat adalah Sandiaga Uno, dari latar yang sama tetapi Erick jauh lebih baik dari sisi ketokohan, karena Sandiaga tercatat sebagai kader partai," ujarnya.

Sebelumnya, survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan publik yang menyukai Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (cawapres) semakin meningkat. Bahkan peningkatannya pun jauh lebih tajam dibandingkan empat cawapres lain yang disurvei oleh lembaga itu.

Dalam temuannya tersebut, Indikator menemukan kecenderungan naiknya elektabilitas nama Erick Thohir stabil pada berbagai pola survei Tokoh yang Paling Pantas Sebagai Calon Wakil Presiden, baik pada posisi 18 nama, sembilan nama, tujuh nama, maupun lima nama.

Pada pola 18 nama, elektabilitas Erick Thohir meningkat dari 8,8 persen pada Desember 2022 menjadi 12,9 persen pada Februari 2023. Demikian juga dengan pola survei sembilan nama, elektabilitas Erick Thohir pun meningkat dari 10,3 persen pada Desember 2022 menjadi 14,5 persen pada Februari 2023.

Sementara pada simulasi tujuh nama Cawapres, elektabilitas Erick Thohir meningkat dari 19,6 persen pada Desember 2022 menjadi 21,3 persen. Begitu pula dengan simulasi lima nama Cawapres, elektabilitas Erick Thoir melonjak dari 12,9 persen pada November 2022 dan 13,2 persen pada Desember 2022 menjadi 17,4 persen pada Februari 2023.

"Secara umum dukungan terhadap calon wakil presiden tidak banyak berubah, kecuali Erick Thohir yang meningkat cukup besar,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil Survei Nasional: Dinamika Elektoral Capres dan Cawapres Pilihan Publik dalam Dua Surnas Terbaru di Jakarta, Ahad (26/3/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement