Rabu 15 Mar 2023 19:21 WIB

Relawan: Jika Berpasangan, Prabowo-Airlangga Jadi Capres-Cawapres Terkuat

Airlangga Hartarto juga cocok jika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (15/10/2022).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (15/10/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Simulasi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto dinilai sesuai dengan harapan rakyat. Pasalnya, dua nama tersebut sering kali muncul sebagai pemenang dalam Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia yang dihelat Relawan Jokowi di beberapa wilayah di Indonesia.

"Ya boleh-boleh saja menyimulasikan seperti itu. Karena Pak Airlangga, Pak Prabowo, Pak Ganjar itu sering kali mendapat urutan satu sampai tiga. Menurut kita cukup kuat kalau terjadi," kata Ketua Panitia Pelaksana Musra Indonesia, Panel Barus di Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2023).

Nama Airlangga dan Prabowo bersaing ketat dalam Musra Indonesia yang digelar di Selecta Convention Hall, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara pada 11 Maret 2023. Airlangga menang dengan perolehan suara sebesar 815 (35,14 persen), dan disusul Prabowo dengan suara 725 (31,26 persen).

Meskipun demikian, Panel menilai, selain berpasangan dengan Prabowo, Airlangga juga cocok jika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. Pasalnya, karena ketiga figur tersebut merupakan tiga besar sesuai dengan aspirasi rakyat yang berhasil dipotret panitia Musra.

"Semuanya bagus. Ada yang positif di Airlangga, begitu juga Prabowo dan Pak Ganjar. Tujuan dari Musra ini bukan memasang-masangkan, tujuan Musra ingin memotret apa yang menjadi aspirasi rakyat. Kita pengen ngasih ruang seluas-luasnya agar masyarakat terlibat menentukan arah bangsa ke depan. Kalau yang memasang-masangkan itu biarkan partai politik. Hasil potret ini akan dilihat oleh partai politik," ujarnya.

Panel menjelaskan, dalam waktu dekat panitia Musra akan mengumumkan hasil rekapitulasi sementara Musra. Setelah itu, Musra akan kembali dilaksanakan di seluruh Provinsi di Indonesia. Nanti pada akhirnya, hasil akhir Musra akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo.

"Untuk agenda berikutnya Insya Allah akan diumumkan hasil rekapitulasi sementara hasil Musra di 22 lokasi, 21 lokasi provinsi di Indonesia dan satu di luar negeri. Untuk ke depan, hari ini lagi pelaksanaan Musra di Aceh, tanggal 18 (Maret 2023) dua lokasi, tanggal 19 di tiga lokasi. Penutupan di Jakarta. Jakarta akan dijadikan penutupan Musra sesudah Lebaran dengan target 50 ribu peserta di Jiexpo. Tetap ada e-voting," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement