Sabtu 11 Mar 2023 18:28 WIB

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Terus Berlangsung

Intensitas erupsi pada 11 Maret 2023 ini cukup besar.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Lida Puspaningtyas
Gunung Merapi meletus, Sabtu (11/3/2023) siang.
Foto: dokpri
Gunung Merapi meletus, Sabtu (11/3/2023) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut bahwa erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi hingga Sabtu (11/3) sore ini. Hingga pukul 14.00 WIB, rentetan awan panas guguran di Merapi sudah terjadi sebanyak 24 kali.

"Mulai pukul 12.12 WIB sampai sekarang masih terjadi (erupsi). Sampai pukul 16.00 WIB, sudah terjadi 24 kali (awan panas guguran), jaraknya sekitar empat kilometer," kata Kepala BPPTKG DIY, Agus Budi Santoso dalam press conference yang digelar melalui ZOOM, Sabtu (11/3).

Baca Juga

Agus menyebut bahwa intensitas erupsi pada 11 Maret 2023 ini cukup besar. Bahkan, erupsi kali ini merupakan terbesar kedua setelah erupsi yang terjadi pada 27 Januari 2021 lalu.

"Saat itu (Januari 2021) terjadi rentetan awan panas yang lebih banyak sekitar 52 kali ke arah Kali Boyong. Dengan demikian, (erupsi 11 Maret 2023) bukan yang terbesar selama krisis erupsi sejak 2021," ujar Agus.

 

Agus menjelaskan, Merapi saat ini memiliki dua kubah lava yakni kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah. Kedua kubah lava ini apabila longsor secara masif, berpotensi menimbulkan awan panas sejauh maksimal tujuh kilometer ke arah barat daya, dan lima kilometer ke arah selatan-tenggara.

Sedangkan, rentetan awan panas guguran yang terjadi pada 11 Maret ini dikarenakan adanya longsoran dari kubah lava barat daya. Awan panas guguran terjadi dengan jarak luncur maksimal empat kilometer ke arah barat daya, yaitu di Kali Bebeng dan Krasak.

"Aktivitas vulkanik dari Merapi masih tinggi untuk saat ini yaitu vulkanik dalam 77 kali, vulkanik dangkal satu kali kejadian per hari, multifase enam kejadian, dan guguran juga cukup tinggi 44 kali per hari. Deformasi juga cukup tinggi dengan kecepatan 0,5 centimeter per hari," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement