Jumat 17 Feb 2023 19:45 WIB

BPBD Tetapkan Status Banjir di Kota Solo Siaga Merah

Kepala BPBD Kota Solo menetapkan status banjir di wilayah itu siaga merah.

Rep: c02/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas SAR dan Relawan mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Kepala BPBD Kota Solo menetapkan status banjir di wilayah itu siaga merah.
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Petugas SAR dan Relawan mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Kepala BPBD Kota Solo menetapkan status banjir di wilayah itu siaga merah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nico Agus Putranto menetapkan Kota Solo, Jawa Tengah, siaga merah banjir selama dua hari kedepan meski sudah ada penurunan debit air di 16 kelurahan dan 4 Kecamatan yang terendam Air, Ahad (19/2/2023).

Menurut Nico adalah status siaga merah lantaran melihat debit air Bengawan Solo dari pantauan Pintu Jurug masih tinggi. "Sampai sekarang ini masih tetap masih siaga. Karena juga sampai saat ini tapi memang ada penurunan dari debit air tapi masih di posisi siaga merah. Hampir semua, tapi kita pantaunya di Jurug masih siaga merah, sampai sore ini," kata Nico di balaikota Solo, Jumat (17/2/2023).

Baca Juga

"Mulai ini tadi Ini sudah kondisinya sudah surut, Karena Alhamdulillah tidak terjadi hujan dan di Wonogiri, Sukoharjo dan Boyolali. Tidak hujan sehingga air yang mengalir itu memang bener-bener dari Bengawan Solo saja. Jadi ini lumayan agak turun biarpun turunnya belum signifikan," tambahnya. 

Selain itu, Nico mengatakan menurut informasi yang pihaknya terima dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) diperkirakan hari ini sudah mulai surut. Pihaknya memprediksi untuk kesiapan banjir hingga 2 hari ke depan.

 

"Prediksi surut info dari BBWS ini mulai dalam kondisi sudah surut. kalau prediksinya kita untuk kesiapan kita ini kita siapin sampai 2 hari kedepan. Tapi prediksi cuacanya dan kemungkinan bisa turun nanti naik turun belum stabil itu 7 hari kedepan," ujarnya. 

Sementara itu, dari data BPBD Kota Solo yang diterima pada pada Jumat (17/2/2023), siang, terdapat 21.846 korban terdampak banjir. Sedangkan, warga yang mengungsi mencapai 4.440 orang, terbagi terbagi diberbagai kampung di Kota Bengawan ini.

"Yang terdampaknya ini cukup tinggi makanya saya selalu bilang bahwa di Solo ini apabila terjadi bencana banjir karena kepadatan penduduk, kita biarpun yang terkena itu hanya titik-titik sedikit wilayahnya. Tetapi dampaknya sangat tinggi karena kepadatan penduduk juga salah satunya," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement