Rabu 08 Feb 2023 18:30 WIB

Gerindra: Prabowo Masih Lakukan Perhitungan Soal Pilpres

Prabowo sempat mengaku dirinya sendiri belum tahu siapa yang akan jadi cawapresnya.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyalami simpatisan partai saat hadir dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-15 di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (6/2/2023). Hingga kini, Prabowo belum memutuskan siapa yang akan menjadi cawapresnya di Pilpres 2024. (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyalami simpatisan partai saat hadir dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-15 di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (6/2/2023). Hingga kini, Prabowo belum memutuskan siapa yang akan menjadi cawapresnya di Pilpres 2024. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menjelaskan bahwa keputusan terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024 berada di tangan Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitam Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar. Adapun Prabowo sendiri disebutnya masih melakukan perhitungan terkait kontestasi nasional tersebut.

"Bahwa sampai hari ini belum diputuskan, tentu saja beliau (Prabowo) terus melakukan perhitungan-perhitungan dan karena itu pasti beliau akan mengambil keputusan tentang itu bersama Pak Muhaimin," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga

Partai Gerindra, jelas Muzani, tak akan mengambil keputusan sendiri terkait calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Tegasnya, keputusan tersebut harus disepakati bersama PKB yang menjadi rekan koalisi.

"Jadi Pak Prabowo dan Pak Muhaimin nanti akan bertemu pada waktunya untuk memutuskan tentang nama calon presiden dan nama calon wakil presiden," ujar Muzani.

 

Adapun terkait hasil Ijtima Ulama Nusantara yang mengusulkan pengumuman capres-cawapres sebelum Ramadhan sudah didengar oleh Prabowo. Tentu usulan tersebut akan menjadi bagian pertimbangan untuk Menteri Pertahanan itu.

"Alasannya bulan Ramadhan itu adalah bulan konsolidasi, spiritual bagi mayoritas kaum Muslimin. Pak prabowo mendengar, Pak Prabowo menyimak, dan Pak Prabowo memperhatikan pandangan Pak Muhaimin itu, dan Pak prabowo pasti akan mengambil hal-hal yang diperlukan untuk itu," ujar wakil Ketua MPR itu.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku siap kembali maju sebagai capres di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Kesiapannya tersebut hadir karena adanya amanat dan kepercayaan yang diberikan kepadanya, khususnya dari seluruh kader Partai Gerindra.

"Kita merasa diri kita sanggup, kita punya latar belakang, kita punya pendidikan, kita punya kesehatan, kita punya katakanlah kemandirian di bidang ekonomi. Saya kira itu kewajiban untuk setiap anak bangsa menawarkan diri untuk berbakti," ujar Prabowo usai perayaan HUT ke-15 Partai Gerindra, Senin (6/2/2023).

Sebelum itu, Prabowo dielu-elukan sebagai presiden periode 2024-2029 dalam perayaan Hari HUT ke-15 Partai Gerindra. Bahkan saat pidatonya, ada seorang kader yang menginterupsi dan menanyakan keputusan cawapres yang akan jadi pendampingnya.

"Cawapres? Hahaha.. masih lama, tenang saja. Jangankan kalian, saya pun belum tahu siapa cawapresnya," ujar Prabowo yang menjawab pertanyaan kader tersebut.

 

photo
Skenario Empat Poros Koalisi Pilpres 2024 - (infografis republika)
 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement