Kamis 19 Feb 2026 12:15 WIB

Prabowo: Pertemuan BoP Perdana Bahas Perdamaian Gaza

Prabowo menegaskan posisi RI yang secara prinsip menjalankan politik bebas aktif.

Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sekaligus menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sekaligus menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pertemuan perdana Board of Peace yang digelar pada Kamis (19/2) akan membahas upaya untuk mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2) sore waktu setempat.

"Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting. Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza. Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina," kata Prabowo.

Baca Juga

Prabowo menambahkan Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik bebas aktif. Indonesia tidak memihak blok kekuatan tertentu dan secara aktif berpartisipasi menciptakan perdamaian dunia. "Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya menyatakan tekad untuk menjalankan kebijakan good neighbor policy," tegas Prabowo.

Indonesia disebut bakal menjadi salah satu negara pertama yang akan mengirimkan pasukan ke Gaza untuk misi perdamaian dan stabilisasi. Ada sekitar 8.000 personel pasukan yang sudah disiapkan.

Kementeri Luar Negeir menegaskan mandat Indonesia ke Gaza adalah sebagai nonkombatan. Keikutsertaan pasukan Indonesia di dalam Pasukan Stabilisasi (ISF) bukan untuk misi tempur maupun demiliterisasi (pelucutan senjata).

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement