Jumat 20 Jan 2023 14:01 WIB

Dicalonkan Jadi Gubernur DKI Jakarta, Ini Komentar Ridwan Kamil

Disebut akan dicalonkan jadi gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil akan mempertimbangkan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Disebut akan dicalonkan jadi gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil akan mempertimbangkan
Foto: Republika/Thoudy Badai
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Disebut akan dicalonkan jadi gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil akan mempertimbangkan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil, resmi bergabung dengan Partai Golkar, Rabu lalu (18/1/2023). Setelah resmi jadi anggota partai, Ridwan Kamil pun harus tunduk pada aturan partai.

Golkar sudah resmi mengumumkan Ketua Umum Partai Golkar untuk maju ke Pilpres 2024 memang sudah berada di tangan. Ridwan Kamil pun saat ini lebih banyak ditargetkan untuk kembali memimpin Jawa Barat atau hijrah memimpin DKI Jakarta.

Baca Juga

Menanggapi hal ini, Ridwan Kamil mengatakan, pilihan-pilihan itu banyak. Ia menilai menjadi Gubernur Jawa Barat baik dan Gubernur DKI Jakarta juga surveinya bagus.

"Jabar baik, DKI juga survei bagus. Kan tapi keputusan tidak sekarang, tapi apapun yang diarahkan sesuai kondisi, potensi pasti dipertimbangkan. Pokoknya karena saya sudah berlabuh ke partai, fokus memenangkan partai dulu di 2024," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di Gedung Sate, Jumat (20/1/2023).

Emil mengatakan, ia akan fokus memenangkan partai Golkar supaya suara Golkar di Jabar bisa membaik dan nasional membaik.

"Kan saya bawa rombongan tidak hanya Jawa Barat. Tapi generasi-generasi muda yang bisa dipengaruhi dengan cara inspiratif dan positif. Karena politik itu mulia untuk memperbaiki sesuatu yang kita anggap kurang baik menjadi lebih baik oleh keputusan-keputusan," katanya.

Emil menegaskan, berdasarkan pengalamannya, ia tak akan menceritakan keputusannya sekarang. Tapi nanti, saat menjelang.

"Dari pengalaman hidup, tidak bisa diceritakan dari sekarang. Nanti aja menjelang-menjelang. Bahwa peluang ada, ada. Kan karena saya masih satu periode jadi gubernur. (Kalau,red) Jadi DKI masih sangat memungkinkan dan survei juga bagus," paparnya.

Saat ditanya apakah Jabar Quick Respon akan digunakan di Golkar, Emil mengatakan JQR institusi pemerintah. Bukan institusi Ridwan Kamil.

"Kalau ganti gubernur masa hilang kebaikan, kemanusiaan. Jadi please jangan mengaitkan Jabar Quick Response sebagai hal di luar pemerintahan, di luar institusi. Itu di UPT kan sehingga siapapun gubernurnya, pertolongan kemanusiaan tetap cepat dan gesit seperti yang kita lakukan sekarang," paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement