Rabu 11 Jan 2023 19:03 WIB

Jangan Pelihara Kera Liar, Cenderung Agresif Meski Dipelihara Sejak Kecil

Kera ekor panjang yang diduga jadi peliharaan warga lepas dan ganggu warga Riau.

Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten di Serang, Jumat (10/6/2022). Kera ekor panjang tengah diburu petugas BKSDA Riau karena mengganggu warga. Satwa tersebut diduga sempat menjadi binatang peliharaan.
Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten di Serang, Jumat (10/6/2022). Kera ekor panjang tengah diburu petugas BKSDA Riau karena mengganggu warga. Satwa tersebut diduga sempat menjadi binatang peliharaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Wilayah Kepulauan Riau mengimbau warga untuk tidak memelihara satwa liar kera ekor panjang. Hewan tersebut cenderung agresif dan dapat membahayakan manusia.

Kepala Seksi BKSDA Riau Wilayah Kepri Decky Indra Prasetya menyebutkan imbauan tersebut terkait adanya monyet ekor panjang yang diduga menjadi peliharaan masyarakat kemudian lepas. Monyet tersebut mengganggu warga di permukiman.

Baca Juga

"Kecenderungan satwa monyet ekor panjang, meskipun dipelihara dari kecil, ketika dewasa dan mencapai kematangan seksual, satwa ini akan cenderung agresif. Jadi kami mengimbau agar masyarakat tidak memelihara hewan tersebut," ujar Decky di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/1/2023).

Decky menjelaskan terkait adanya gangguan ke pemukiman warga dari seekor monyet yang diduga peliharaan warga, pihaknya saat ini masih berupaya melakukan penangkapan. Dia mengatakan, untuk menangani kasus satwa liar seperti monyet liar ini bersifat reaktif.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement