Rabu 19 Jan 2022 22:52 WIB

Diusir Pakai Terasi dan Kamper, Kera Liar tak Terlihat Masuk Permukiman

Serangan kawanan kera liar ekor panjang di Kuningan merusak bangunan dan tanaman

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Christiyaningsih
Serangan kawanan kera liar ekor panjang di Kuningan merusak bangunan dan tanaman. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Serangan kawanan kera liar ekor panjang di Kuningan merusak bangunan dan tanaman. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Upaya pengusiran terhadap kera liar ekor panjang (Macaca fascicularis) yang merusak permukiman warga di Blok Sampora, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, sejauh ini cukup berhasil. Pengusiran dilakukan dengan menggunakan bebauan berupa kamper barus dan terasi.

Serangan kawanan kera liar ekor panjang itu sebelumnya dilaporkan merusak bangunan dan tanaman palawija milik warga dan mencoba menyerang anak-anak yang akan berangkat ke sekolah di Desa Purwasari. Selain itu, kawanan primata tersebut juga merusak bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guranteng.

Baca Juga

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh Khadafi Mufti, mengatakan pihaknya telah menyarankan kepada warga untuk mengusir kera liar tersebut dengan menggunakan kamper barus dan terasi, Selasa (18/1/2022). Setelah itu, pihaknya melakukan mitigasi terhadap keberhasilan cara tersebut. "Berdasarkan laporan dari warga dan aparat desa setempat, hari ini kawanan kera liar itu tidak ada yang memasuki pemukiman warga, bangunan sekolah, maupun di seputaran pemukiman penduduk," ujar Khadafi, Rabu (19/1/2022).

Kamper barus yang dicampur dengan terasi itu digantung di tempat-tempat yang sering disinggahi kawanan kera liar. Selain di bangunan sekolah maupun ladang tanaman palawija, bebauan itu juga digantung di pepohonan pinggir jalan raya.

 

Khadafi pun menyarankan kepada warga setempat untuk terus memonitor perkembangan serangan kera setelah dipasangnya bebauan tersebut. Hal itu untuk memastikan apakah kera liar tersebut terpengaruh dengan bebauan yang sudah dipasang atau tidak.

Langkah pemasangan bebauan dan monitor perkembangan serangan kera itu diharapkan terus dilakukan setiap hari sampai Sabtu, 22 Januari 2022 mendatang. Jika ternyata berhasil, maka pemasangan bebauan itu bisa dilakukan setiap sepuluh hari sekali.

Untuk membantu warga, UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan pun menyerahkan bahan-bahan pengusir kera berupa terasi, kamper, maupun kain. Bahan-bahan itu bisa diracik sendiri oleh warga untuk kemudian dipasang di lokasi sebaran kera. "Semoga cara ini bisa berhasil membuat kawanan kera itu tidak lagi merusak tanaman dan bangunan," tandas Khadafi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement